Ulil Abshar-Abdalla dalam pengajian di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (foto: ist)

Ngaji ala Pesantren di Dunia Maya, Ulil: Perlu Militansi Muslim Moderat

Khazanah 27 May 2018 14:43 WIB
“Kita patut bersyukur karena akhirnya Nahdliyin sadar tentang pentingnya perang semacam ini,” kata Ulil Abshar-Abdalla.

Siaran langsung pengajian ala Nahdlatul Ulama atau diskusi keilmuan di dunia maya penting sekali dan perlu diperbanyak. Pasalnya, warganet sekarang sedang memasuki era yang disebut perang dunia maya atau siber (cyber war). Perang semacam tidak mudah dimenangkan karena kaum muslim moderat kurang militan.

Ulil Abshar Abdalla mengatakan hal tersebut saat didaulat menjadi narasumber bersama Abdul Moqsith Ghazali pada diskusi Tadarrus Pemikiran Kiai Said di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (26/5/2018) malam.

“Kita terlalu asyik perang di darat. Perang di udara kurang diperhatikan. Sementara kelompok yang sangat rajin dan militan sekali memasuki perang siber ini biasanya yang kurang moderat atau garis keras,” kata pria yang akrab disebut Kiai Online lantaran menyiarkan langsung Ngaji Ilya’ Ulumiddin ini.

Pria kelahiran Pati ini secara khusus berterima kasih kepada seluruh pihak yang memberi kesempatan kepada dirinya untuk mengulas pemikiran Kiai Said terkait masalah tasawuf. Khususnya tim pengelola kanal Teras Kiai Said yang menginisiasi diskusi sambil menyiarkan acara secara langsung.

Gus Ulil, sapaan akrabnya, mengaku senang atas inisiatif kaum muda NU tersebut. Ia merasa gembira karena pada dua tahun belakangan dunia maya selama bulan Ramadhan penuh dengan gelaran pengajian kitab ala NU. “Kita patut bersyukur karena akhirnya Nahdliyin sadar tentang pentingnya perang semacam ini,” ungkapnya.

Kelebihan penayangan pengajian di dunia maya, materi yang disuguhkan tidak hilang dalam sekejap. Sesuatu yang ditayangkan di dunia maya akan bertahan lama sekali. Mungkin selama-lamanya sampai hari kiamat. “Ketika materi pengajian diunggah di udara, selamanya ia akan berada di sana. Dan ini menentukan perjalanan orang-orang di luar sana untuk memahami Islam,” ujar menantu KH Mustofa Bisri ini.

Diskusi yang berlangsung hampir tiga jam tersebut bisa disaksikan melalui akun Facebook Ulil Abshar Abdalla dan kanal Teras Kiai Said. Hingga akhir diskusi, pengajian telah ditonton 13.365 orang. Dikomentari 1.486 orang dan dibagikan sebanyak 595 kali. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Jul 2020 08:05 WIB

Gus Zaki di Mata Ulil Abshar Abdalla: Kiai yang Rendah Hati

Khazanah

Ketika kedua tokoh dipertemukan saat Ngaji Kitab Ihya Ulumuddin

09 Jun 2020 06:12 WIB

Ketika Membaca “Iyya kanasta’iin” 11 Kali, Doa Mustajab Gus Mus

Khazanah

Catatan Halal Bihalal Virtual jamaah Ngaji Ihya, KH Ulil Abshar

06 Jun 2020 06:43 WIB

Kemenag: Majelis Taklim dan Pengajian Boleh Digelar, Asal...

Khazanah

Memasuki era New Normal di masa Pandemi COVID-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...