Negeri Atas Awan Probolinggo Dipoles Fasilitas Senilai 4,7 M

16 Feb 2019 07:10 Destinasi

Destinasi Negeri di Atas Awan di Desa Wonokerso, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bakal makin kinclong. Kementerian Pariwisata siap memoles destinasi itu. Dana poles yang disiapkan cukup besar, Rp 4,7 miliar. Dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenpar.

Begini perencanaannya: destinasi yang juga dikenal dengan Puncak Pundak Lembu atau P-30 akan dibangun berbagai fasilitas. Seperti jalan setapak untuk jalur sepeda motor senilai Rp 1,8 miliar.

Dibangun juga kios kuliner dan cinderamata senilai Rp 1,15 miliar. Kemudian pembangunan hiker’s shelter senilai Rp 855 juta. Selain itu juga akan dibangun toilet senilai Rp 750 juta, areal parkir senilai Rp 190 juta, dan papan penunjuk arah senilai Rp 45 juta.

"Pembangunan puncak P-30 rencananya akan dilaksanakan di tahun 2019 melalui DAK Kemenpar," kata Musa, Kepala Seksi Destinasi Wisata pada Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.

Mengenai konsep bangunan, kata Musa, akan membangun dengan struktur budaya lokal. Bentuknya berupa gazebo dengan kontruksi bata merah menyerupai bangunan tradisional di lahan seluas 2 hektare.

Untuk rute menuju P-30, rencananya melewati desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Objek wisata ini sebagai wisata alternatif bagi mereka yang berlibur ke Gunung Bromo.

Dengan pembangunan ini diharapkan wisatawan akan semakin nyaman. Apalagi destinasi ini menjadi pilihan utama wisatawan yang ingin menikmati keindah Gunung Bromo dari sisi yang berbeda. Pembangunan ini pun akan membuat destinasi ini semakin terintregasi dengan Gunung Bromo.

Terletak pada ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut (mdpl), destinasi ini memang menawarkan nuansa yang mempesona. Dari puncak P-30, wisatawan bisa menikmati panorama Gunung Bromo beserta kaldera lautan pasirnya yang diselimuti awan. Wisatawan dapat pula menikmati permukiman warga berselimut awan dari ketinggian.

"Puncak P-30 ini memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan. Disatu sisi destinasi ini semakin memberikan pilihan yang tidak monoton bagi wisatawan. Tentunya juga untuk mendukung Bromo sebagai salah satu dari destinasi prioritas atau 10 Bali Baru," kata Wawan Gunawan, Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, pembangunan ini merupakan bukti aktifnya Kemenpar memoles destinasi yang ada, khususnya di 10 Bali Baru. Walau pun dana yang dikucurkan terbatas, tetapi Kemenpar berusaha untuk mengakomodir semua.

Apalagi fenomena saat ini semua daerah berlomba untuk membangun pariwisata di daerah mereka masing-masing. Demam pariwisata sudah merasuk ke daerah di tingkat Pemprov, Pemkot, dan Pemkab. Ini terlihat dari usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) pariwisata tahun 2019. Usulan dari daerah yang naik 100 kali lipat dibandingkan dengan usulan tahun lalu.

Usulan daerah untuk DAK Pariwisata tahun 2019 sebanyak 487 daerah. Yang terdiri dari 27 Provinsi, 460 Kabupaten/Kota. Semua mengusulkan DAK Reguler dengan total nilai Rp 36,63 triliun. Selain itu 61 Daerah yang terdiri dari 9 Provinsi serta 52 Kabupaten/Kota mengusulkan DAK Penugasan total senilai Rp 827,61 miliar.

"Untuk DAK pariwisata kita cuma punya anggaran Rp 1,003 triliun. Makanya Kemenpar pun tak dapat mengakomodir semua. Kami utamakan yang utama, terutama 10 Bali Baru yang merupakan program utama pemerintah. Salah satunya di P-30 ini," ucap Menteri asal Banyuwangi itu. (*/idi)

Reporter/Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini