Muhammad Selim (kiri) dan Jamhadi, dua orang kepercayaan Bambang DH. (Foto: Dok.Ngobar)

Muhammad Selim dan Jamhadi, Siapa yang Dijagokan Bambang DH?

Surabaya 12 July 2019 10:58 WIB

Mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono muncul menjelang Pilkada Surabaya 2020. Tentu bukan sebagai calon, tetapi orang yang mengajukan calon. Posisinya sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI-Perjuangan cukup menentukan.

Orang yang digadang-gadang Bambang DH tidak lain adalah mantan Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Surya Sembada Surabaya periode 2006-2010, Muhammad Selim.

Selim diajukan karena dianggap telah berhasil membawa PDAM mampu menghasilkan profit atau deviden bagi Pemkot Surabaya pada akhir 2010. Bahkan BUMD yang nyaris bangkrut tersebut di bawah kepemimpin Selim di akhir masa jabatan Bambang DH sebagai Wali Kota Surabaya membukukan keuntungan bersih Rp150 miliar setelah pajak.

Tetapi Muhammad Selim justru menepis dukungan Bambang DH. Dia malah memilih untuk mendukung Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya Jamhadi untuk maju di Pilkada Surabaya 2020. Jamhadi juga bukan orang lain bagi Bambang DH.

"Saya memang belum berminat. Saya dukung Jamhadi bila dia bersedia maju. Penekanannya tetap ke Pak Jamhadi," kata M. Selim, Jumat.

Jamhadi diketahui sebagai pengusaha sukses yang juga Ketua Kadin Surabaya. Selama Bambang DH sebagai Wali Kota Surabaya dalam kurun 2002-2010, Jamhadi diangkat sebagai Staf Ahli Wali Kota Surabaya dan juga Badan Pengawas PDAM Surabaya.

Melalui Jamhadi dan Selim inilah PDAM yang merupakan BUMD milik Pemkot Surabaya mendapat predikat terbaik se-Indonesia.  

Saat ditanya alasan menolak maju Pilkada Suabaya, Selim menegaskan bahwa dirinya masih fokus pada karir yang digelutinya saat ini dan juga karena pihak keluarga tidak mengizinkannya maju sebagai Cawali Surabaya.

"Yang jelas, saya tidak ikut berkompetisi. Semoga Surabaya mendapatkan cawali sekaliber bu Risma. Itu saja doa saya," ujarnya.

Sementara Jamhadi secara diplomatis mengatakan maju sebagai wali kota atau gubernur bahkan presiden bisa datang dari berbagai karir.

"Termasuk karir politik seperti Pak Bambang DH, Mas Whisnu Sakti Buana dan Mbak Puti. Bahkan Pak Jokowi jadi presiden juga karirnya dari sektor dunia usaha," katanya.

Saat ditanya apakah menerima usulan tersebut? Jamhadi tidak mengiyakan dan juga tidak menolak, melainkan pihaknya menyarankan agar posisi tersebut diberikan kepada kader PDIP yang sudah lama meniti karir politik, sosial, budaya dan bisnis.

"Ada banyak kader-kader PDIP meniti karir di bidang politik, sosial, budaya dan bisnis. Semua bidang profesi tersebut ujungnya sama untuk bekerja bagi peningkatan kesejahteraan umat," ujarnya.

Muhammad Selim dan Jamhadi, adalah dua orang dekat Bambang DH. Tentu saja Bambang DH lebih mempercayai keduanya, ketimbang orang lain. Bisa jadi Bambang DH akan mengajukan salah satu dari keduanya, atau malah mengajukan keduanya sebagai paket bakal calon wali kota/wakil wali kota Surabaya  periode 2020-2025.

Sekali lagi, jabatan Bambang DH sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI-Perjuangan cukup menentukan, meskipun keputusan terakhir tetap di tangan Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan. Ini masalah besarnya. (ant/nis)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Aug 2020 23:55 WIB

Besok PDIP Jatim Umumkan Rekom Pilkada 2020

Pilkada

Masyarakat diminta pantau jalannya pengumuman.

10 Aug 2020 21:38 WIB

Camat Surabaya Sampaikan Larangan Lomba dan Malam Tirakatan

Surabaya

Terima SE, Camat Lakukan Sosialisasi ke Warga

10 Aug 2020 20:45 WIB

Surabaya Zona Orange, Satgas Jatim: Itu Ditentukan Pusat

Surabaya

Peta risiko Covid-19 Surabaya masuk zona orange.

Terbaru

Lihat semua
11 Aug 2020 05:39 WIB

NU-Muhammadiyah Fokus Jaga NKRI

Ahmad Zaini
11 Aug 2020 05:39 WIB

Penting! Dzikir Akhir Salat Sebelum Salam, Pesan Gus Baha'

Islam Sehari-hari
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...