KH Maimoen Zubair diapit KH Ahmad Mustofa Bisri dan Habib Luthfi bin Yahya. (Foto: Istimewa)
KH Maimoen Zubair diapit KH Ahmad Mustofa Bisri dan Habib Luthfi bin Yahya. (Foto: Istimewa)

Menjadikan Putra Meraih Ilmu Penuh Berkah, Ini Resepnya

Ngopibareng.id Khazanah 26 September 2020 06:33 WIB

Setiap orang tua, selalu menginginkan putra-putrinya meraih ilmu yang bermanfaat, sebagaimana diajarkan Islam. Kisah ini akan menjadikan jalan muda bagi putra-putri kita agar meraih ilmu penuh berkah dan diridhai Allah Ta'ala.

Suatu hari ada seorang muhibbin bertanya kepada Habib Qosim bin Ahmad Baharun, Pesantren Darul Lughah wa da'wah (Dalwa) Bangil Pasuruan.

"Ustad Anda ini sungguh mengagumkan sekali, mempunyai anak dan semuanya menjadi ulama, yang bermanfaat untuk masyarakat. Bukan hanya baik untuk diri sendiri, tapi juga bisa merbaiki umat. Kalau boleh saya tahu, apa tips dan rahasianya agar memiliki putra yang menjadi ulama?".

Habib Qasim bin Ahmad Baharun balik bertanya, "Kamu berapa kali mendoakan anakmu?".

"Tiap kali saya doakan diri saya, saya juga mendoakan anak saya".

"Berapa kali kamu doakan dirimu sendiri?".

"Setiap selesai melaksanakan salat saya berdoa untuk saya dan juga anak saya."

"Hmmm... Kamu tahu, semenjak anak saya bayi sampai ke sekolah, setiap saya melihatnya saya selalu berdoa untuknya. Ketika melihat dia sedang main-main saya berdoa,' ya Allah baguskanlah nasibnya, ketika melihat dia sedang menonton film kartun saya berdoa, 'Ya Allah Bahagiakanlah hidupnya dunia akhirat ',ketika saya melihat anak Saya sedang makan,saya berdoa ' Ya Allah, berikanlah Rezeki yang melimpah baginya yang berkah dan membawa kebaikan',ketika saya melihat dia sedang tidur ' Ya Allah pandanglah dia dengan kasih sayangMu', sekali saya melihat anak saya, Saya doakan dia Doa apa saja yang terlintas dalam pikiran, karena saya yakin entah sekarang atau lusa pasti ada di antara doa-doa tersebut yang diijabah oleh Allah subhanahu wa ta'ala...

Demikian disampaikan KH Maimoen Zubair dalam buku Oase Jiwa 2 (Tentang Kemanusiaan, Kebangsaan, dan Keislaman).

Pada kali yang lain, Mbah Maimoen Zubair berpesan , "Ilmu titen itu nggak ada dalilnya, tetapi insyaAllah bisa dibuktikan. Kalau rumahmu biasa menjadi tempat ngaji Al-Qur'an, apalagi buat mengajarkan Al-Qur'an, maka besok anak dan atau cucumu pasti ada yang alim Al-Qur'an. Kalau rumahmu biasa buat ngajar dan atau ngaji kitab, insyaAllah besok anak dan atau cucu-cucumu pasti ada yang Alim kitab."
.
"Begitu juga kalau rumahmu hanya untuk nonton tivi, apalagi seng nontonke perkara maksiyat atau rumahmu hanya untuk tempat menaruh pajangan barang antik, mewah, yang umumnya bersifat pamer. Yo kamu tinggal nginget dan berfikir, besok anak dan cucumu mau jadi apa?"
.
"Jadi orang tua yang rajin riyadhah untuk anak anaknya, terlebih ibunya. Riyadhah itu bukan puasa saja, artinya luas. Sapa nandur bakal ngundoh itu titenane.(Siapa yang menanam pasti akan mamanen. Ingatlah!"
.
Semoga berkah dan manfaatnya. Amin.
Amiin Allahumma Aamiin. 🤲🙏

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Oct 2020 16:30 WIB

Gelaran Liga 1 Tak Jelas, Persebaya Tagih Komitmen PSSI

Liga Indonesia

Mereka sudah rugi besar di tengah tak jelasnya kompetisi

24 Oct 2020 16:15 WIB

Pandemi Covid-19, Hotel Tugu Malang Buka Paket Gowes

Gowes Bareng

Tawarkan rute heritage hingga pemandangan alam.

24 Oct 2020 16:12 WIB

Mute Efektif

Dahlan Iskan

Siapa pemenang debat terakhir Capres AS? Moderator, kata Dahlan Iskan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...