Pakar imunisasi dr. Elizabeth Jane Soepardi saat menjadi pembicara dalam dialog yang diadakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin 30 November 2020. (Foto: KPCPEN)
Pakar imunisasi dr. Elizabeth Jane Soepardi saat menjadi pembicara dalam dialog yang diadakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin 30 November 2020. (Foto: KPCPEN)

Vaksinasi Covid-19, Bukan Hal Baru Bagi Indonesia

Ngopibareng.id Nasional 30 November 2020 22:14 WIB

Vaksin merupakan produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu. Oleh karena itu umumnya vaksin perlu tersimpan pada suhu 2-8 derajat celcius. Dan suhu ini harus terjaga dari pabrik sampai ke puskesmas.

Proses menjaga suhu vaksin di kondisi ideal dari awal sampai akhir inilah yang disebut cold chain (rantai dingin). Dengan begitu masyarakat menjadi tahu bahwa vaksin terjaga kualitasnya sejak awal sampai ke pemberian vaksinasi

Pakar imunisasi dr. Elizabeth Jane Soepardi menyebut, dari mana pun asal vaksinnya nanti, akan melalui pabrik di PT Bio Farma. PT Bio Farma mempunyai armada untuk menerima dan mendistribusikan vaksin. PT Bio Farma juga sudah mempunya depo-depo vaksin.

"Dari PT Bio Farma ini kemudian didistribusikan ke provinsi-provinsi di Indonesia yang sudah memiliki cold room, atau lemari penyimpanan khusus, ' katanya di acara Keterangan Pers Juru Bicara Penangan COVID -19 yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin 30 November 2020.

Dia juga menyebut Indonesia telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam melaksanakan program vaksinasi. Proses distribusi vaksin di Indonesia bisa dilakukan dari Aceh sampai Papua dan sudah menggunakan sistem cold chain yang baik, hingga ke pelosok negeri.

Lemari penyimpan berpendingin khusus yang ada di provinsi, bisa menyimpan vaksin untuk jangka waktu 3-6 bulan dengan suhu terjaga di angka 2-8 derajat celcius. Pengiriman ini kemudian dilakukan secara bertahap ke level kabupaten dan kota hingga ke rumah sakit dan puskesmas. Saat keluar dari cold room, vaksin pun harus cepat dimasukkan ke kotak sementara yang dirancang khusus untuk menjaga temperaturnya dalam perjalanan.

“Idealnya pemberian vaksin itu harus terjadwal, pada tanggal berapa, jam berapa, dan di mana lokasinya. Baik petugas yang memberi pelayanan maupun masyarakat harus tahu, sehingga pada waktunya nanti pemberi pelayanan dan yang dilayani bertemu dengan teratur. Dengan menyusun jadwal jauh-jauh hari sebelumnya, diharapkan proses pelayanan berlangsung dengan lebih cepat. Maksimum satu orang hanya memerlukan 10 menit untuk dilayani dari pendaftaran hingga vaksinasi”, tutur dr. Elizabeth.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

17 Jan 2021 02:48 WIB

Bershalawat itu Penting, Ternyata Ini Jawabannya

Islam Sehari-hari

Jalan memudahkan segala urusan sehari-hari

16 Jan 2021 23:15 WIB

Semeru Erupsi, BNPB Imbau Warga Waspadai Lahar Dingin

Jawa Timur

BNPB meminta warga mewaspadai potensi bencana pasca erupsi Semeru.

16 Jan 2021 22:45 WIB

Letjen (Purn) Sayidiman, Jenderal Penumpas PKI dan Permesta Wafat

Nasional

Letjen (Purn) TNI Sayidiman Suryohadiprodjo wafat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...