Membangun Shelter Bisa Jadi Solusi Penanggulangan HIV/AIDS

17 Feb 2019 08:17 Reportase

Diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih saja terjadi. Dikeluarkannya 14 siswa sekolah dasar di Solo dan 5 anak positif HIV di Samosir yang dilarang sekolah adalah bukti nyata masih kentalnya sikap diskrimatif terhadap ODHA.

Rica Wanda, Focal Point Jaringan Indonesia Positif (JIP) mengajak masyarakat agar untuk berhenti mendiskriminasikan ODHA. Ajakan tersebut disampaikan di Rumah Makan Kertanegara, Kota Malang pada Sabtu 16 Desember 2019 pada acara dialog sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli HIV/AIDS yang difasilitasi JIP.

Kondisi seperti stigma dan diskriminasi terhadap ODHA terjadi secara umum di banyak daerah di Indonesia. Sedangkan untuk di Malang, Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Malang, Imam Subagyo menjelaskan kondisinya masih relatif aman. Menurutnya, sudah banyak teman-teman LSM yang melakukan sosialisasi. "Di Malang juga ada WPA, Warga Peduli AIDS. Itu sampai ada di tingkatan mulai kecamatan sampai kelurahan," papar Imam.

Khusus di Kabupaten Malang selangkah lebih maju dengan adanya Perda yang khusus mengatur tentang HIV/AIDS. Perda tersebut yang mendorong masyarakat turut serta terlibat.

Menghadapi stigma dan diskriminasi menurut Imam memang tidaklah mudah. Selama ini banyak pihak turut serta ikut melakukan pendampingan.

Di lain sisi, diharapkan pemerintah bisa menghadirkan pelayanan ODHA yang lebih ramah. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan ODHA bisa terfasilitasi dengan baik, seperti urusan surat menyurat dan akses BPJS.

Imam menjelaskan, "mereka tidak hanya dari golongan atas, banyak juga yang dari golongan bawah. Ada juga yang tidak memiliki surat sama sekali tapi dalam kondisi drop." Ketika ODHA dalam kondisi drop maka penanganannya menjadi lebih sulit. "Mau di bawa ke mana? Terus ditaruh di mana?" imbuh Imam.

Maka dari itu, pemerintah baik Provinsi maupun Kota diharapkan untuk mendirikan Shelter. Kebutuhan akan shelter menjadi salah satu isu penting dalam dialog tersebut.

Shelter ini akan menjadi tempat berbagai pihak seperti dinas sosial, LSM, UPD, dan banyak lagi organisasi saat ini yang tergabung dalam KPA untuk bersama terlibat menyelesaikan masalah HIV/AIDS. Termasuk diskriminasi terhadap ODHA.

Rica Wanda menjelaskan kalau dengan adanya Shelter ini, nantinya juga akan membuat masyarakat lebih peduli. Rica menambahkan, "selama ini pasien jumlahnya terus meningkat, padahal secara global dan nasional, program pemberantasannya digencarkan. Berarti ada masalah, salah satu faktornya karena kurangnya edukasi bagi masyarakat." (fjr)

Penulis : Fajar Dwi Ariffandhi
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini