Salah satu Masjid terindah. (Foto: ist)

Membaca Shalawat Nariyah, Lima Keutamaan yang Menakjubkan

Islam Sehari-hari 16 October 2019 01:19 WIB

Membaca shalawat merupakan perbuatan terpuji yang merupakan perintah Allah. Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab 56:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Perintah ini adalah kewajiban. Para ulama hampir sepakat bahwa membaca shalawat salam merupakan kewajiban sekali seumur hidup. Imam al Qurthuby bahkan menyatakan kewajiban itu sebagai ijma’ ulama. (Sharihul Bayan, hal. 366).

Jumhur ulama menyatakan, bershalawat adalah sebentuk ibadah dan qurbah, seperti halnya dzikir, tasbih dan tahmid, dan merupakan kewajiban sekali seumur hidup, serta kesunnahan di setiap saat dan seyogyanya memperbanyaknya.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa shalawat itu merupakan syiar yang diperuntukkan kepada para Nabi dan Rasul, maka tidak boleh bershalawat secara khusus kepada selain Nabi dan Rasul. Al Allamah Abus Su’ud menambahkan, bahwa bershalawat kepada selain Nabi adalah boleh jika sebelumnya didahului shalawat pada nabi. Misalnya dikatakan, Allahumma shalli ala Muhammad wa Alihi . Jika bershalawat secara istiqlal (secara mandiri) kepada selain nabi adalah makruh. Namun Syekh as Sakhawy dalam al Qaul al Badi’ fi as Shalat ‘ala al Habib as Syafi’ mengutip Abul Yumni bin ‘Asakir dengan menyandarkan kepada Imam al Bukhari menyatakan bahwa membaca shalawat kepada selain Nabi adalah boleh secara mutlak.

Demikian juga membaca shalawat kepada keluarga dan sahabat nabi juga dianjurkan, sebagaimana firman Allah dalam surat at Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Karena itu, membaca shalawat merupakan salah satu hal yang dianjurkan bagi setiap Muslim sebagai pujian kepada Rasulullah SAW. Ada beragam jenis shalawat yang selama ini dikenal. Salah satunya Shalawat Nariyah.
Makna setelah membacanya pada hakikatnya adalah rahmat yang senantiasa Allah berikan kepada hambanya ketika hambanya membacakan shalawat tersebut.

Dan inilah tulisan arab beserta artinya Shalawat Nariyah.

Shalawat NariyahShalawat Nariyah

Shalawat Nariyah

Artinya : “Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan salam yang sempurna kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, tunaikan segala macam hajat, dan tercapai segala macam keinginan dan husnul khatimah, di curahkan air hujan (rahmat) dengan berkah pribadinya yang mulia. Semoga rahmat dan salam yang sempurna itu juga tetap tercurah kepada para keluarga dan sahabat beliau, setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan bagiMu."

Ustadz Yusuf Suharto, Direktur Aswaja NU Center Jombang memberikan penjelasan akan fadhilah dan keutamaan membaca Shalawat Nariyah. Berikut penjelasannya:

Syaikh Muhammad At Tunisii mengatakan, shalawat ini memiliki khasiat yang banyak sekali, lagi sangat menakjubkan.

1. Shalawat Nariyah apabila dibaca 11 kali pada setiap hari, maka Allah akan memudahkan rezekinya dan diangkat derajatnya di mata masyarakat.

2. Apabila Shalawat Nariyah dibaca 31 kali pada setiap selesai Shalat Subuh, maka Allah akan memudahkan segala macam urusannya dalam setiap usahanya.

3. Shalawat Nariyah apabila dibaca 90 kali pada setiap harinya maka Allah akan mengangkat kedudukannya, dimudahkan rezekinya, dijauhkan dari segala penyakit, dibukakan pintu kebijakan, sehingga semua orang akan menaruh rasa senang kepadanya.

4. Apabila Shalawat Nariyah dibaca 300 kali di dalam suatu majelis (secara bersama-sama), maka Allah akan mengabulkan hajatnya yang besar di samping itu akan dijauhkan dari marabahaya yang besar.

5. Dalam kitab Khazinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

Dan itulah keutamaan Shalawat Nariyah yang bisa membawa berkah untuk umat Muslim.

Sebelum membaca shalawat nariyah hendaknya menghadiahkan surat Fatihah kepada Nabi Muhammad, dan para sahabat beliau, para wali dan ulama, dan kepada penyusun shalawat ini, yaitu Syekh Abdul Wahhab at-Tazy. Sebaiknya shalawat ini dibaca secara dawam (terus menerus dengan tanpa disisipi hal lain pada suatu amalan) dengan disertai etika antara lain adalah suci dari hadats dan najis, dan tidak diselingi berbicara dengan orang lain. Wallahu a’lam.

Demikian penjelasan ustad Yusuf Suharto.

Penulis : Riadi

Editor : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Sep 2020 15:53 WIB

Tunggu Pelatihan, Kota Malang Belum Gunakan Ventilator Bantuan

Jawa Timur

Kota Malang dapat bantuan 9 unit alat ventilator dari USAID.

23 Sep 2020 14:45 WIB

Tunda Pilkada, Kiai Said: Ini Tanggung Jawab Kemanusiaan bagi NU

Khazanah

"Politik bisa ditunda, tapi keselamatan nyawa tak bisa ditunda"

23 Sep 2020 14:11 WIB

Buka Konbes NU, Wapres: Kita Tak Berkecil Hati di Kondisi Pandemi

Nasional

Pemerintah apresiasi upaya NU atasi masalah Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...