Aksi 22 Mei Medsos Dibatasi, Begini Harapan Pebisnis Online Pada Pemerintah

22 May 2019 20:42 Nasional

Langkah pemerintah meredam hoax dengan membatasi penyebaran foto dan video di media sosial, dinilai merugikan para pebisnis online.
 
Hidayat Rifai, salah satu pebisnis online bidang fashion asal Yogyakarta merasa dirugikan dengan kebijakan pemerintah tersebut. Praktis dengan diblokirnya media sosial, ia tak bisa memasarkan produknya secara optimal. 
 
Dari akun instagram bisnisnya ada sekitar 218 ribu lebih followers. Setiap hari, Hidayat mengaku telah menggunggah gambar dan video menarik dari produk fashion. Ia juga telah memanfaatkan fitur Instagram Ads untuk berjualan.
 
"Kadang, kalau fitur iklannya yang down itu sudah merugikan kami, apalagi sampai dibatasi seperti ini," ujarnya pada ngopibareng.id, Rabu 22 Mei 2019.
 
Dampak nyata yang saat ini telah dirasakan adalah penurunan jumlah engagement pada postingannya. 
 
"Omset memang belum terlihat, karena ini baru sehari. Tapi kalau lihat dari reach atau jangkauan pada sore ini sudah keliatan. Biasanya dalam dua jam yang nge-like sudah mencapai ribuan lebih, tapi ini baru 300-an. Tumben-tumbenan seperti ini," katanya. 
Akun bisnis Instagram CarouselStore milik Hidayat Rifai
Akun bisnis Instagram @Carousel.Store milik Hidayat Rifai.
Meski begitu, Hidayat telah menyiapkan strategi untuk meningkatkan penjualan melalui Instagram. Ia juga akan menggaet customer menggunakan marketplace
 
"Ini baru saja nge-post di Instagram Stories, mau bikin giveaway mengenai antisipasi dibatasinya akses Instagram. Bikin Viral. Selain itu juga mau direct customer via marketplace," ujarnya. 
 
Hidayat berharap, pemerintah mempunyai jalan lain untuk antisipasi hoax supaya media sosial dapat kembali berjalan dengan normal dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang lain. 
 
"Jujur saja, saya risih lihat berita-berita gak jelas yang bertebaran di fitur explore Instagram saya. Mungkin untuk antisipasi penyebaran hoax, pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak Instagram untuk memfilter akun-akun penyebar hoax, yang membagikan hoax, supaya akun tersebut diblokir," katanya. (hrs)
Penulis : Haris Dwi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini