Makna Kehidupan Bernegara, Ini Ungkapan Haedar Nashir

02 Nov 2018 04:14 Khazanah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, Indonesia sebagai negara dan bangsa hadir tidak sekali jadi. Namun melalui proses perjalanan yang cukup panjang.

“Kemerdekaan dengan konstitusi dasar yang dibangun, merupakan mata rantai dan proses perjalanan lewat pergumulan yang berat, ditengah penjajahan, bangsa ini telah menjadi bangsa yang bersatu dalam keragaman,” tutur Haedar Nashir.

Untuk merawat agar Indonesia sebagai negara yang benar-benar bersatu, berdaulat, adil dan makmur, tidak lah mudah. “Dan hal ini bukan lah sekadar kata-kata retorika, namun harus diwujudkan, maka dalam setiap rezim pemerintahan berkewajiban mewujudkannya,” tutur Haedar.

“Pemerintah dan segenap elemen bangsa ini juga harus bersatu dalam keragaman, dalam merawat keragaman ini diperlukan jiwa yang besar. Kita harus optimis, dan bersemangat dalam mewujdkan cita-cita kebangsaan,” kata Haedar.

“Jika dikatakan merdeka, Indonesia memang sudah merdeka, namun bagaimana setelah itu kita dapat mewujukan dan mengimplementasikan makna merdeka yang tidak lah gampang,” imbuh Haedar, yang sebelumnya mengungkapkan hal itu dalam acara sharing session Plantation Executive Development Program (PEDP) di LPPI Pusat Yogyakarta, belum lama ini.

Telah menjadi tugas pemerintah yakni melindungi bangsa dan tanah air, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, menegakan perdamaian dunia.

“Pemerintah dan segenap elemen bangsa ini juga harus bersatu dalam keragaman, dalam merawat keragaman ini diperlukan jiwa yang besar. Kita harus optimis, dan bersemangat dalam mewujdkan cita-cita kebangsaan,” kata Haedar. (adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini