Mahasiswa Unusa bersama ibu-ibu Desa Dukuhsari, Jabon ketika membuat olahan berbahan tempe. (Humas)
Mahasiswa Unusa bersama ibu-ibu Desa Dukuhsari, Jabon ketika membuat olahan berbahan tempe. (Humas)

Mahasiswa S1 Gizi Unusa, Ajak Ibu-ibu Desa Dukuhsari Buat Olahan Berbahan Tempe

Ngopibareng.id Unusa Gateway 05 August 2018 21:05 WIB

Sebagai bentuk konkret pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa S1 Gizi Universitas Nhadlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengajak puluhan ibu-ibu untuk membuat Olahan Berbahan Tempe di Balai Desa Dukuhsari, Jabon, Sidoarjo pada akhir bulan lalu.

Dosen Pembimbing Lapangan, Nur Amin mengungkapkan jika kegiatan ini guna meningkatkan produktivitas ibu-ibu di sana untuk memanfaatkan tempe menjadi berbagai macam produk olahan makanan lainnya. Selain itu, juga akan menumbuhkan sentra baru Industri Kecil Menengah (IKM) yang dirintis ibu-ibu PKK di desa Dukuhsari ini.

“Kita tahu desa Dukuhsari merupakan desa yang memiliki potensi kreativitas yang sangat tinggi, terlebih disini banyak pengrajin tempe. Sehingga hal ini akan berimbas dengan meningkatnya omset penjualan tempe melalui Industri Kecil dan Menengah,” ujarnya saat ditemui di Tower Unusa kampus B Jemursari Surabaya, Rabu, 1 Agustus 2018.

Berbagai jenis olahan berbahan tempe yang diajarkan para mahasiswa S1 Gizi Unusa ini antara lain nugget tempe, biscuit tempe, pastel jamur tempe dan sempol tempe. Dengan adanya produk ini, Nur Amin yakin olahan tersebut dapat diterima leh masyarakat.

“Saya yakin produk yang diajarkan ini akan diterima karena produk ini termasuk frozen food yang bisa awet dengan pendinginan," tambahnya.

Nur Amin juga mengatakan, secara ekonomis jika dikomersilkan akan mendatangkan keuntungan yang lumayan. “Ada keuntungan sekitar lima puluh persen lebih dari modal yang dikeluarkan, selain untuk dikonsumsi sendiri,” ungkapnya.

Bahkan ia optimis produk yang diajarkannya ini akan diterima masyarakat. “Kalau memang para ibu ini membuat dengan cara yang benar sesuai resep yang kami ajarkan, saya yakin bila dilkembangkan untuk di pasaran secara luas,” ucapnya.

Salah satu peserta pelatihan, Dwi Andini sangat berterima kasih karena telah diberikan ilmu dan cara mengolah bahan baku tempe menjadi olahan yang spesial. “Semoga ilmu dan pelatihan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi para ibu-ibu di Desa Dukuhsari Kecamatan jabon Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. (adv/amm)

Penulis : Amanah Nur Asiah

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Mar 2021 11:55 WIB

Prediksi Man City vs MU: City Lebih Tajam

Liga Inggris

Manchester City punya kans memperlebar jarak dengan MU

06 Mar 2021 11:10 WIB

Tersingkir, Indonesia Tak Lagi Punya Wakil di Swiss Open

Bulutangkis

Pasangan ganda dan tunggal putra tersingkir.

06 Mar 2021 10:40 WIB

Seperti Instagram dan Gmail, Pengguna Bisa Undo Cuitan di Twitter

Aplikasi

Cuitan yang telah terkirim dalam hitungan detik, bisa dibatalkan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...