Laut Sering Jadi Masuknya Narkoba, KSAL Minta Semua Pihak Bantu Pengamanan

Ngopibareng.id Surabaya 28 February 2018 03:02 WIB

Maraknya aksi penyelundupan narkoba dari laut, membuat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi geram. Ade memerintahkan jajaran TNI AL memperketat operasi di laut untuk dapat mencegah pengiriman barang haram itu.

"Sejak dulu, laut memang menjadi pintu masuk barang, termasuk menjadi akses untuk narkoba," katanya, Selasa 27 Februari 2018.

Untuk mengantisipasi hal itu, ia minta semua pihak turut membantu mencegah masuknya barang haram ini. Permasalahan ini, menurutnya, tak hanya wajib ditangani oleh TNI AL saja, namun perlu kerja sama dari semua instansi penegak hukum di laut seperti Polri dan bea cukai. 

"Tapi karena ini sudah ada tren bahwa penyelundupan narkoba yang besar itu menggunakan laut. Jadi guna dapat mengantisipasi itu, semua harus bisa bekerjasama," sambung Ade

Namun, memerangi narkoba tidak hanya dari laut saja, namun juga dari daratan. Karena, percuma diperangi di laut jika marketnya atau pengguna narkoba di beberapa daerah di Indonesia masih banyak. 

"Kalau misal marketnya di Indonesia atau yang pakai narkoba banyak, maka produsen dan penjual akan selalu ada," ujar Ade. 

Ade juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengiyakan ketika dititipi barang oleh seseorang yang tidak dikenal. Terlebih ketika diberi komisi uang, karena bisa saja itu narkoba. "Jangan sampai kita diperdaya oleh mereka. Harusnya tanya agar tidak dimanfaatkan," tambah Ade. 

Ketika ditanya mengenai daerah mana saja yang rawan menjadi tempat penyelundupan narkoba, Ade tidak bisa memastikan dimana. Baginya, semua daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain tentu akan rawan. Dia juga merahasiakan daftar daerah yang dinilainya rawan. (hrs)

Penulis : Haris Dwi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Oct 2020 20:56 WIB

Mantan Wartawan Jurnas Diangkat Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN

Ekonomi dan Bisnis

Aries Margono diangkat jadi komisaris PT Pupuk Indonesia Pangan.

27 Oct 2020 13:30 WIB

700 Karyawan Garuda Indonesia Diputus Kontrak

Nasional

Pemutusan kontrak dampak dari pandemi Covid-19.

26 Oct 2020 18:20 WIB

Jelang Cuti Bersama, Kasus Covid Indonesia Hampir Capai 400 Ribu

Reportase

Jumlah orang yang diperiksa merosot jauh.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...