Kerajinan Limbah Popok Bernilai Tinggi

06 Jan 2020 17:53 Teknologi dan Inovasi

Sampah popok menjadi salah satu masalah pencemaran di Jawa Timur. Bahkan, menurut riset Bank Dunia pada 2017 lalu, popok sekali pakai menjadi penyumbang sampah terbanyak kedua di laut dengan persentase 21 persen setelah sampah organik.

Mengetahui masalah ini Zubaiddulloh bersama Komunitas Muda Mudi Surabaya (KMS) membuat berbagai kerajinan tangan dengan memanfaatkan popok bekas menjadi vas bunga, asbak, pot, hingga hiasan meja.

"Idenya waktu itu muncul saat mencuci popok anak. Dari situ saya ada ide buat menjadikan popok bekas ini jadi kerajinan," ujar Zubaiddulloh.

Lanjut pria yang akrab disapa Dul ini, idenya ini ternyata banyak disuka. "Bahan baku popoknya saya dapat dari masyarakat. Satu popok yang sudah dicuci dan bersih dari gel saya hargai 200 rupiah," terang Dul.

Untuk proses pembuatannya, pertama harus membuat bubur limbah popok dengan dicampur semen, lem kayu, dan air. Bubur popok tersebut dibentuk sesuai keinginan. Setelah dibentuk, lalu dikeringkan selama satu hari. Tergantung dari cuaca saat itu.

"Masuk proses finishing, kerajinan itu dicat beraneka warna. Lebih menarik kalau menggunakan banyak warna daripada satu warna," katanya.

Untuk inovasinya, Dul hanya memiliki keinginan sederhana, yakni bisa sedikit mengurangi limbah popok dan membuat masyarakat sadar tidak membuang popok sembarangan dan masyarakat akan tertarik membuat hasil karya serupa.

Inovasi yang dibuat ini diharga mulai Rp20 ribu hingga Rp70 ribu, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya. Kerajinan ini dijual secara online dan offline.

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini