Kunjungan ke Kalbar, Mobil Dinas Jokowi Mogok Plus Kabut Asap

06 Sep 2019 04:55 Nasional

Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) untuk melakukan kunjungan kerja (kunker), pada Kamis, 5 September 2019.

Salah satu agenda Jokowi adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pelepasan Kawasan Tanah Objek Reforma Agraria di Bundaran Digulis, Universitas Tanjungpura.

Selain itu, acara dilanjutkan penyerahan alam SK Hutan Adat di Rumah Radakng Pontianak.
Kunker diwarnai sebuah insiden kecil. Mobil kepresidenan dengan plat Indonesia 1 mogok tepat di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Teknisi tampak membuka kap mesin dan berusaha memperbaiki sedan hitam bermerek Mercedes Benz tersebut.

Anggota TNI berpangkat kolonel mengamankan situasi di sekitar areal Digulis. Presiden kemudiang pindah ke mobil cadangan Toyota Alphard.

Mobil ini pula yang sempat mogok saat kunjungan Presiden ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu.

Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang juga ikut dalam rombongan Jokowi mengatakan, mobil Mercedes Benz S-600 itu mogok karena bermasalah pada gasnya. Masalah tersebut membuat kendaraan tidak bisa berjalan dalam keadaan normal.

Kunker presiden juga disambut kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Kalbar sejak dua hari lalu. Meski demikian, kunker presiden tak terpengaruh.

Presiden juga meninjau Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) di Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, pada pukul 15.15 WIB.

Selanjutnya dari Mako Lantamal, Presiden dan rombongan pada pukul 16.30 WIB akan melihat progres pembangunan Water Front Pontianak yang dibangun pada masa pemerintahannya.

Mengutip data BMKG Kelas I Supadio Pontianak, sebaran hotspot atau titik panas di Kalbar saat ini mencapai 935 titik.

Dari ratusan titik panas itu, terbanyak ditemukan di Kabupaten Ketapang yaitu terdapat 452 titik hotspot. Untuk jarak pandang di wilayah Bandara Supadio Pontianak hanya berkisar 650 meter.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi kabut asap yang terjadi di Jambi, Riau, dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap khususnya yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat juga berasal dari negara tetangga Malaysia.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini