Kreasi penjahit rumahan bikin APD Fashionable (Foto: Fendhy Plesmana/Ngopibareng.id)
APD Fashionabel

Kreasi Penjahit Rumahan, bikin APD Fashionable untuk Tenaga Medis

Jawa Timur 09 July 2020 20:30 WIB

Bermaksud ingin memotivasi para tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien Covid-19, seorang penjahit rumahan di Kota Kediri, Jawa Timur, berinovasi membuat baju alat pelindug diri alias APD dengan corak fashionable.

Berbeda dengan baju APD pada umumnya yang lebih dominan warna putih, di tangan terampil penjahit asal Jalan Rinjani, Kelurahan Campur Rejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ini didesain menjadi warna-warni yang lebih cerah.

Meski lebih Fashionable, baju APD yang dibuat oleh Ivan 'Brekele' ini tetap berbahan dasar sesuai standar protokol kesehatan. Bahkan jika dibandingkan dengan baju APD pada umumnya, APD rancangannya ini lebih terasa soft, tidak panas jika dipakai.

"Bikin ide yang beda, tetap sesuai paten protokol kesehatan untuk APD, cuman berbeda dari sisi fashionable. Makanya saya kembangkan," Kata Ivan ditemui di rumahnya, Kamis 9 Juli 2020.

Ivan mengaku untuk mencari bahan dasar kain untuk membuat baju APD sekarang ini sangat mudah, tidak seperti dulu. Kesulitannya cuman terletak penentuan pola dan motif.

"Kesulitannya hanya mencocokan antara keinginan konsumen dengan kita. Jadi karena ini sifatnya costum, otomatis berhubungan dengan desain selera," ungkap Ivan.

Kreasi penjahit rumahan bikin APD Fashionable Foto Fendhy PlesmanaNgopibarengidKreasi penjahit rumahan bikin APD Fashionable (Foto: Fendhy Plesmana/Ngopibareng.id)

Selain itu untuk penggarapan printing, masih membutuhkan tenaga dari luar. Sementara untuk penentuan pola dan motif digarap sendiri.
Selama tidak rusak, ADP buatan Ivan Brekele ini bisa dipakai berulang kali, tentu setelah dicuci menggunakan detergen maupun pemutih.

Per item ADP ini dijualnya dengan harga terjangkau, Rp170 ribu. Satu baju APD dapat diselesaikan pengerjaanya selama 4 hari. Baju ini ia pasarkan sendiri melalui media sosial serta promosi dari cerita para konsumen ke konsumen lain.

Pada umumnya konsumen yang memesan produknya ini adalah tenaga medis perempuan. Konsumen perempuan lebih suka corak warna warni dengan ukuran baju APD ramping. Sementara baju APD yang dipesan untuk konsumen pria lebih cocok mengarah ke karakter super hero atau pahlawan.

Pelanggan yang sudah memesan baju APD buatan Ivan ini bukan hanya berasal dari sekitar wilayah Jawa Timur, melainkan juga dari luar Pulau Jawa seperti Banjarmasin dan lain sebagainya.

"Orderan masih berjalan sampai sekarang, saya pertama kali dapat orderan dari seorang dokter. Dengan APD ini semoga dapat memberikan semangat bagi tenaga medis yang lain. Selama seminggu lalu, saya sudah mengeluarkan 40 baju APD. Permintaan paling banyak pada awal bulan ini," ujar Ivan.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 13:20 WIB

Ponorogo Gelar Balap Sepeda saat Pandemi Covid-19

Jawa Timur

Bupati Cup Ponorogo Drag Bicycle 2020 digelar, Minggu 9 Agustus 2020.

09 Aug 2020 12:46 WIB

Lakon Sabdo Pandito Rakjat Berkisah Tentang Dalang Ki Nartosabdo

Hiburan

Sore ini bisa disaksikan secara streaming di Youtube.

09 Aug 2020 12:20 WIB

Video Latihan Anggota Paskibra yang hanya Berjumlah 8 Orang

Nasional

Paskibraka tak menyangka bisa dua kali bertugas gara-gara corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...