Minyak CPO Tumpah Seorang petugas menarik plastik pembatas (oil boom) untuk menghambat tersebarnya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) milik PT Wira Innomas yang tumpah di perairan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Kamis 28 September 2017. Menurut Pihak PT Wira Innomas, minyak sawit yang tumpah ke laut kurang lebih 50 ton. Hal tersebut disebabkan terjadinya kebocoran pada pipa penyambung dari tangki penimbun. (Foto; Antara)
Minyak CPO Tumpah Seorang petugas menarik plastik pembatas (oil boom) untuk menghambat tersebarnya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) milik PT Wira Innomas yang tumpah di perairan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Kamis 28 September 2017. Menurut Pihak PT Wira Innomas, minyak sawit yang tumpah ke laut kurang lebih 50 ton. Hal tersebut disebabkan terjadinya kebocoran pada pipa penyambung dari tangki penimbun. (Foto; Antara)

Korban Kelima Minyak Tumpah Balikpapan Ditemukan, Operasi Pencarian Selesai

Ngopibareng.id Nasional 03 April 2018 15:55 WIB

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kebakaran tumpahan minyak di perairan laut Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, resmi berakhir atau ditutup pada Selasa, setelah tim SAR gabungan menemukan seluruh korban yang berjumlah lima orang.

"Setelah penemuan korban kelima pada operasi pencarian hari keempat ini, unsur SAR melaksanakan briefing dan menyatakan operasi ditutup, dilanjutkan kesiapsiagaan," kata Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan Octavianto melalui pesan singkat yang diterima di Samarinda, Selasa sore.

Korban terakhir (kelima) atas nama Sutoyo (43), warga Klandasan Ulu RT 25, Kelurahan Balikpapan Selatan, ditemukan pada Selasa sekitar pukul 09.40 Wita di perairan sekitar Apron/Rig Chevron Indonesia yang masuk wilayah Selat Makassar.

"Korban pertama kali ditemukan petugas keamanan dari PT Pertamina Hulu Mahakam, yang kemudian melaporkannya kepada petugas SAR," ujarnya.

Unsur SAR gabungan kemudian menuju lokasi penemuan dan melakukan evakuasi jasad korban untuk dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan guna keperluan visum dan identifikasi oleh tim DVI Polri.

Sehari sebelumnya pada Senin 2 April, operasi SAR gabungan menemukan dua korban meninggal atas nama Suyono (55), warga Jalan Gunung Empat RT 04 Balikpapan, dan Agus Salim (42), warga Jalan Sepaku, Balikpapan Tengah.

Sementara dua korban lainnya ditemukan pada Sabtu 31 Maret atau beberapa saat setelah terjadinya kebakaran hebat akibat adanya tumpahan minyak kapal di perairan laut Teluk Balikpapan.

Mereka adalah Imam N (42), warga Jalan Letjen Suprapto Nomor 66, Balikpapan Barat, dan Wahyu Gusti Anggoro (27), warga Balikpapan.

Kelima korban yang sedang memancing menggunakan perahu itu diduga terjebak dekat kobaran api dan sebagian lainnya tenggelam karena berusaha menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 - 11.30 Wita.

Selain korban jiwa, peristiwa kebakaran tumpahan minyak itu juga mengakibatkan satu orang mengalami luka bakar dan sempat dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, sementara 20 orang lainnya selamat.

Korban luka bakar dan selamat adalah anak buah kapal MV Ever Judger, kapal kargo berbendera Panama berbobot mati 80.000 ton yang sedang lego jangkar di Teluk Balikpapan.

Saat kejadian, kapal MV Ever Judger bermuatan 74.000 ton batu bara. Sebagian badan kapal turut terbakar dalam peristiwa ini, tapi api bisa secepatnya dipadamkan kapal penolong.

Selain mencemari kawasan pantai di Kota Balikpapan, tumpahan minyak kapal dalam jumlah banyak itu juga terbawa arus hingga meluas ke wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sejak Minggu 1 April, tim tanggap darurat BPBD Penajam Paser Utara dibantu personel Kodim 0913, Polres dan Satpol PP serta didampingi petugas dari Pertamina melakukan penyemprotan untuk membersihkan material minyak yang mencemari pesisir pantai agar tidak membahayakan warga setempat.

Pemkot Balikpapan melalui Sekretaris Kota Sayid MN Fadli Fadli menyatakan status keadaan darurat bencana tumpahan minyak dan mengingatkan warga untuk ekstra hati-hati saat beraktivitas di laut dan pantai. Peringatan lebih khusus lagi kepada mereka yang punya kebiasaan merokok.

"Mungkin melebih-lebihkan, tapi suasana di Teluk Balikpapan saat ini sedang mirip pompa bensin," katanya.

Tumpahan minyak itu juga mengakibatkan seekor pesut (Orcaella brevirostris) mati dan bangkai satwa langka itu ditemukan warga terdampar di sekitar pantai belakang Gedung DPRD Balikpapan, Minggu 1 April.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Nov 2020 14:31 WIB

Malam Terpanas di Sydney, Rekor Minimum 25 Derajat

Internasional

Efek kebakaran di Australia sebelumnya

22 Nov 2020 12:13 WIB

Kebakaran di Komplek Asrama Brimob Polda Sumut

Nusantara

Sebanyak 14 rumah terbakar di komplek asrama Brimob Polda Sumut.

20 Nov 2020 08:38 WIB

Toko Minyak Wangi di Kediri Terbakar

Jawa Timur

Toko minyak wangi terbakar, diduga api dari bangunan ruko lantai 3.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...