Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kota Malang, Taqruni Akbar, saat memamerkan produk Kopi Tulang di kantornya (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Kopi Tulang dari Komplek Makam TPU Nasrani Sukun

Jawa Timur 16 September 2019 18:14 WIB

Jika anda termasuk pecinta kopi, rasanya belum sah kalau tak mengetahui kopi tulang yang ditanam di samping makam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani, Kota Malang.

"Disebut kopi tulang itu, filosofinya karena ditanaman di atas tulang belulang," ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kota Malang, Taqruni Akbar, pada Senin 16 September 2019.

Taqruni mengatakan untuk saat ini kopi tulang masih belum bisa dijual di pasaran, karena lembaga UPT tidak memiliki kewenangan memperjualbelikan kopi tersebut.

"Untuk saat ini hanya terbatas untuk sampling dan juga buat cinderamata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. Rencananya kami akan membentuk koperasi agar bisa menjual produk kopi tulang," tuturnya.

Saat ini Taqruni mengungkapkan pihaknya masih merintis untuk membuka coffe shop yang akan bersamaan dengan adanya Museum Sejarah TPU Nasrani Sukun.

"Nanti di museum itu akan ada coffe shop. Jadi bagi para pengunjung sehabis berkeliling bisa minum kopi tulang," ucapnya.

Taqruni menerangkan pada tahun ini akan menambah bibit kopi sebanyak 3 ribu buah agar bisa diproduksi massal.

"Kami menjamin Kopi Cap Tulang ini layak untuk dikonsumsi. Pada 2018 sudah lolos uji laboratorium di Universitas Brawijaya,” ujarnya.

Seperti diketahui coffe shop kopi tulang akan dibuka bersamaan dengan Museum Sejarah TPU Nasrani Sukun, Kota Malang.

Pemerintah Kota Malang akan menjadikan tempat pemakaman umum (TPU), Sukun menjadi museum sejarah. Hal ini karena di komplek pemakaman Nasrani terdapat makam beberapa tokoh dunia yang berpengaruh.

Berdasarkan keterangan Taqruni, ada beberapa tokoh yang dimakamkan, diantaranya Dolira Chavid (Tante Dolly), Joseph Wang CDD Pendiri Hua Ind, CG Lavalette pendiri  RS Lavalete, sampai Pieter A Allaris, pengikut Freemasson.

Adapun konsep dari museum sejarah tersebut Taqruni mengatakan nantinya akan dipajang foto para tokoh yang dimakamkan di sana beserta biografinya.

"Untuk letaknya sendiri museum tersebut bakal ditempatkan di ruang administrasi TPU Nasrani Sukun seluas 6x6 meter," ucapnya.

Ia juga mengatakan setelah dari ke museum tersebut, pengunjung juga bisa berkeliling untuk melihat langsung kuburan para tokoh yang dipajang di museum itu.

"Kita juga akan antar mereka kalau penasaran," tutupnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 May 2020 14:43 WIB

Mobil Pickup Terciduk Selundupkan Penumpang di Malang

Jawa Timur

Angkut tiga orang penumpang dengan ditutup terpal seolah barang.

23 May 2020 14:00 WIB

Banyak Pasien Covid-19 di Kota Malang Tertular dari Carrier

Jawa Timur

Masyarakat diimbau tetap terapkan physical distancing.

22 May 2020 20:40 WIB

Hari Ke-6 PSBB Malang, 2 Kasus Baru dan 1 Meninggal Dunia

Jawa Timur

Merupakan pasien Covid-19 pertama yang meninggal di Kota Malang

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.