KH Bahauddin Nursalim bersama KH Yusron Sidqi di Pesantren Al-Hikam Depok. (Foto: Istimewa)

Khalifah Harun Ar Rasyid dan Ustadz Amatir, Ini Kejutan Gus Baha'

Khazanah 05 May 2020 03:34 WIB

Dalam suatu acara peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Bayt Al-Qur’an, Jakarta, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha') menjawab permintaan salah seorang audiens yang mengharapkan untuk memberikan nasihat agar anak-anak muda NU juga mau turun berdakwah.

Gus Baha berpesan, berdakwah itu harus bilhikmati wal mauidhaitil hasanah (dengan hikmah dan pesan yang baik).

Gus Baha pun lalu bercerita tentang kisah Harun Ar-Rasyid dan ustadz amatir yang harus dicamkan.

Dahulu, ada seorang ustadz amatir yang berani datang ke Harun Ar-Rasyid. Seorang khalifah yang alim dan shalih era Dinasti Abbasiyah, teman Imam Malik.

Ustadz amatir itu berkata, “Ya amiral mukminin inni nasihun laka famusyaddidun alaika tajidanna finafsika alayya syai’un.”

“Ya amiral mukminin, saya akan menasihati kamu, cuma saya agak ekstrem tolong jangan dimasukkan hati, saya akan ngomong keras, lantang.”

Padahal ia berbicara kepada presiden, amirul mukminin.

Mendengar ketidaksopanan ustadz amatir itu, Harun Ar-Rasyid pun berkata, “Uskut, fainna Allaha ta’ala qad ba’atsa man huwa khairun minka ila man huwa syarrun minni wa ma’a dzalika yaquulu ta’ala wa quula lahu qaulan layyina.”

“Hai ustadz kamu diam, Allah itu pernah menugaskan orang yang lebih baik ketimbang kamu yaitu Nabi Musa dan Harun pada orang yang lebih buruk ketimbang saya, yaitu Fir’aun, itu saja ada etikanya, faquula lahu qaulan layyinan (berkatalah yg lembut), kok kamu sama saya mau keras, nggak bisa,” kata Harun Ar-Rasyid.

Ustadz amatir itu pun langsung berkata, “Ternyata kamu lebih alim.”

Dari kisah tersebut, Gus Baha berkata, “Kalau ada ustadz terlalu keras, terlalu tegas misalnya kepada waliyyul amri, kepada penguasa, kata Harun Ar-Rasyid “Uskut ya ustadz, kamu diam.”

Keterangan Gus Baha tersebut memberikan pengingat pada kita bahwa masih banyak ustadz-ustadz atau orang-orang yang ketika berdakwah terkesan tidak mau mengikuti etika. Padahal, Rasulullah sendiri diutus oleh Allah swt. untuk memperbaiki etika-akhlak.

Demikian semoga bermanfaat.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2020 12:45 WIB

ASN Terkonfirmasi Covid, Pemkot Batu Terapkan Kebijakan WFH

Jawa Timur

Diketahui ada 2 ASN di DPRD dan 1 ASN di Dinkes positif Covid-19.

14 Aug 2020 11:40 WIB

Presiden Jokowi Sindir Media Jangan Hanya Kejar Click dan Like

Nasional

Semestinya, media tidak dikendalikan teknologi.

14 Aug 2020 11:20 WIB

Naskah Pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR 2020

Nasional

Berbagai terobosan disampaikan presiden dalam menghadapi pandemi covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...