Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. (Foto:

Kepala SMK Harus Seperti CEO Perusahaan

Nasional 29 June 2020 12:04 WIB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim Mendorong pendidikan vokasi Indonesia semakin mumpuni, kuat dan menghasilkan talenta-talenta yang berdaya saing dan berkualitas tinggi.

Sehingga Mendikbud berharap lima tahun mendatang Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) banyak diminati oleh masyarakat. Maka itu, ribuan kepala sekolah dan guru  SMK diminta segera mempersiapkan diri meningkatkan 'pernikahan'
dengan dunia usaha dan dunia industri atau DUDI.

Hal tersebut disampaikan Mendikbud pada lokakarya peningkatan kualitas
kepemimpinanan kepala SMK di seluruh Indonesia secara virtual, Senin 29 Juni 2020.

Menurut Mendikbud, kepala sekolah sebagai manajer pada satuan pendidikan, harus seperti CEO perusahaan, musti bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja.

Sementara guru-guru dan instruktur harus mau berlatih dan meningkatkan kompetensinya agar terus relevan dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja.

“Jadi penting sekali kepala, guru, instruktur SMK terbuka pada perubahan dan
melihat peluang perubahan,” ujarnya.

Ke depan, pendidikan vokasi Indonesia harus menjadi center of excellence di dunia yang kualitas lulusannya tidak diragukan. Untuk mewujudkan hal ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memiliki paket pernikahan massal yang harus diterapkan oleh seluruh SMK.

Berikut penekanan Mendikbud pada kepala sekolah, guru dan instruktur SMK:

1. Kurikulum disusun bersama industri di mana materi pelatihan dan
sertifikasi di industri masuk resmi ke dalam kurikulum di sekolah.

2. Guru tamu dari industri rutin mengajar di sekolah.

3. Program magang yang terstruktur dan dikelola bersama dengan baik.

4. Komitmen kuat dan resmi pihak industri menyerap lulusan.

5. Program beasiswa dan ikatan dinas bagi siswa.

6. Jembatan program di mana pihak industri memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri yang diperlukan kepada para guru.

7. Sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh pihak industri, atau sertifikasi kompetensi. bagi lulusan diberikan oleh sekolah bersama industri.

8. Riset bersama, yaitu riset terapan dengan guru yang berasal dari kasus nyata di industri.

9. Berbagai kegiatan atau program 'pernikahan' lainnya.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 22:45 WIB

Surabaya Zona Merah, Persebaya Tunda Latihan di Lapangan

Liga Indonesia

Persebaya belum kumpulkan pemain dan pelatih.

08 Aug 2020 22:45 WIB

Rekom PDIP ‘Final’, Whisnu-Eri Maju di Pilwali

Pilkada

Rekom ini disebut-sebut atas perintah Jokowi.

08 Aug 2020 22:15 WIB

Nyadran, SAH Nyekar ke Makam Seniman di Surabaya

Pilkada

Ia ingin warga surabaya ingat dengan kesenian di Kota Pahlawan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...