Sumur minyak bumi. (Foto: Dok/Antara)

Kemarin, 8 Kapolda Dimutasi hingga Cadangan Migas Menipis

Nasional 05 February 2020 06:50 WIB

Beragam peristiwa tersaji dalam pemberitaan Ngopibareng.id sepanjang Selasa, 4 Februari 2020. Dua di antaranya mutasi delapan Kapolda dan menipisnya cadangan migas di Indonesia.

Delapan Kapolda Dimutasi

Mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri. Kini, Kapolri Jenderal Idham Azis merotasi sejumlah jabatan perwira tinggi di jajarannya. Ada delapan kapolda dimutasi, mulai dari Aceh sampai Maluku.

Mutasi tersebut sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/385/II/KEP./2020, Senin 3 Februari yang ditandatangani atas nama Kapolri Idham Azis, Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen Eko Indra Heri.

Dalam surat telegram tersebut, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Kapolda Kalimantan Barat akan dijabat Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara.

Brigjen Baharudin Djafar yang kini menjabat Kapolda Sulbar akan digeser jadi Kapolda Maluku. Sementara Kapolda Maluku akan dijabat Brigjen Eko Budi Sampurno.

Lalu, Kapolda Jambi Irjen Muchlis dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Dia akan digantikan oleh Irjen Firman Shantyabudi.

Sedangkan Kapolda Aceh Irjen Rio Septianda Djambak diangkat sebagai Kasespim Lekdiklat Polri. Posisinya akan digantikan oleh Brigjen Wahyu Widada yang saat ini Kapolda Gorontalo.

Kapolda Gorontalo akan dijabat Brigjen Adnas. Adnas saat ini merupakan Wakapolda Sulsel. Wakapolda Sulsel akan dijabat Brigjen Halim Pagarra yang saat ini menjabat Dirregident Korlantas Polri.

Lalu, Wakapolda Kalteng Brigjen Rikwanto akan menjabat Kapolda Maluku Utara. Wakapolda Kalteng akan diisi Brigjen Indro Wiyono.

Sementara Dirlantas Polda Metro Kombes M Yusuf diangkat jadi Dirregident Korlantas Polri. Dirlantas Polda Metro akan dijabat Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Kadivhubinter Polri Irjen Pol H.S. Maltha dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Posisi yang ditinggalkan Maltha akan diisi oleh Brigjen Pol Napoleon Bonaparte yang sebelumnya menjabat sebagai NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri.

Di lingkup Bareskrim Polri, Kapolri Idham Azis merotasi jajarannya di antaranya Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto ditugaskan di Badan Narkotika Nasional. Posisi yang ditinggalkan Eko selanjutnya diisi oleh Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Tipid Narkoba Bareskrim.

Cadangan Migas Menipis

Rasio produksi minyak Indonesia hanya cukup berusia untuk 9,7 tahun lagi menurut pernyataan Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf di Komisi VII, DPR, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

"Jika tidak ada penemuan lagi atau eksplorasi, maka usia produksi atau lifetime minyak kita tinggal 9,7 tahun lagi," kata Presdir Pertamina EP.

Lebih lanjut Nanang mengatakan bahwa untuk usia produksi gas sendiri tinggal 7,8 tahun lagi, untuk itu perlu ditemukan cadangan-cadangan baru untuk produksi minyak dan gas di Indonesia.

Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan diskusi komprehensif terhadap semua lini lembaga terkait untuk memberikan sumbangsih ide maupun teknis guna meningkatkan penemuan cadangan migas baru.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri menargetkan lifting atau produksi siap jual minyak sebesar 743.000 barel per hari (bph) pada tahun 2024.

Capaian target ini ditetapkan dalam data pembangunan dan target rencana strategis Kementerian ESDM dalam periode 5 tahun mendatang.

"Kami akan memanfaatkan sumur-sumur (minyak) yang sudah lama ditinggalkan atau sumur tua untuk bisa diproduksi kembali dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) atau biochemical surfactant," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif sebelumnya.

Program EOR, kata Arifin, diproyeksikan membutuhkan waktu lebih lama dan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakter subsurface yang ada di Wilayah Kerja (WK) Migas.

"Memang, kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa dapat mendapatkan sumber formula yang tepat tentang komposisi EOR ataupun biochemical," katanya menjelaskan.

Sesuai dengan proyeksi Pemerintah, Lapangan Ande-Ande Lumut di Natuna bisa menjadi pendongkrak lifting minyak pada tahun 2023 sebesar 25 bpd.

Terdapat pula dua sumber lain yang jadi andalan, yakni Indonesia Deepwater Development/IDD (23 bpd pada tahun 2024) dan Lapangan Abadi, Blok Masela (36 bpd pada tahun 2027). Rasio produksi minyak Indonesia hanya cukup berusia untuk 9,7 tahun lagi menurut pernyataan Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf di Komisi VII, DPR, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

"Jika tidak ada penemuan lagi atau eksplorasi, maka usia produksi atau lifetime minyak kita tinggal 9,7 tahun lagi," kata Presdir Pertamina EP.

Lebih lanjut Nanang mengatakan bahwa untuk usia produksi gas sendiri tinggal 7,8 tahun lagi, untuk itu perlu ditemukan cadangan-cadangan baru untuk produksi minyak dan gas di Indonesia.

Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan diskusi komprehensif terhadap semua lini lembaga terkait untuk memberikan sumbangsih ide maupun teknis guna meningkatkan penemuan cadangan migas baru.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri menargetkan lifting atau produksi siap jual minyak sebesar 743.000 barel per hari (bph) pada tahun 2024.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 14:25 WIB

Penerapan Jam Malam, DPRD Surabaya: Itu Langkah Frustasi

Surabaya

Mahfudz menilai kebijakan jam malam Pemkot Surabaya tidak efektif.

09 Jul 2020 14:10 WIB

Curi Motor, Pengamen di Malang Didor Polisi

Kriminalitas

Tersangka telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali.

09 Jul 2020 13:50 WIB

Musda DPD, Arif Fathoni Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Surabaya?

Politik

Ia berharap ikhtiarnya membuahkan hasil maksimal.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...