Jenazah Pelajar Asal Madura dan Sidoarjo Tenggelam di Sungai Nil

02 Aug 2019 12:51 Internasional

Liburan bersama teman kuliah berakhir tragis. Mutawakkil Alallah, 23 tahun, dan Ainur Rahman, 24 tahun, tenggelam di Sungai Nil, daerah Qonatir, Mesir, pada 29 Juli 2019.
Kedua korban merupakan pelajar asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Kairo sejak 2017 silam.

Begitu menerima laporan tentang warganya tersebut, KBRI Kairo segera berkoordinasi dengan rumah sakit dan kepolisian setepat untuk mengidentifikasi jenazah.

"KBRI akan melakukan pemulangan jenazah sesuai permintaan keluarga," kata Pelaksana Harian Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha di Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019, dikutip Antara.

Jenazah Akkil dan Ainur telah diberangkatkan ke Indonesia pada 2 Agustus dini hari waktu Kairo. Akkil, pelajar asal Sidoarjo yang merupakan lulusan Pondok Pesantren Al-Amien, Madura, memulai studi di Kairo pada 2016, sedangkan Ainur yang berasal dari Pamekasan menuntut ilmu di Kairo sejak 2017.

Berenang Terseret Arus Sungai Nil

Kisah pilu ini bermula dari liburan Akkil dan Ainur ke Qonatir. Mereka lalu melakukan aktivitas memancing, makan ikan, dan berenang. Pada pukul 14.00 waktu setempat, Akkil berenang bersama tiga orang temannya.

Akkil yang mencoba berenang ke tengah sungai, sempat ditegur oleh beberapa orang temannya. Akan tetapi teguran tersebut mungkin tidak terdengar, akhirnya korban terseret arus bawah sungai.

Setelah korban meminta tolong, teman-temannya yang berada di pinggir sungai, mencoba meminta bantuan kepada warga dan polisi setempat. Ainur Rahman yang sedang memancing di tepi sungai, refleks menolong korban. Meskipun bisa berenang, kondisi kesehatan Ainur pada hari itu kurang baik.

Ainur sempat berhasil memegang Akkil dan berusaha menyelamatkan temannya itu, tapi perbedaan bobot badan keduanya mengakibatkan Ainur yang mencoba menarik tubuh Akkil ke tepi sungai, justru ikut tertarik arus bawah sungai.

Menghadapi situasi tersebut, teman-teman mereka segera meminta bantuan tetapi sayangnya warga dan polisi yang datang tidak bisa menolong karena tidak bisa berenang.

Kemudian polisi menelpon tim SAR, dan setelah 30 menit tim penyelam dari SAR masuk ke sungai dan menemukan Ainur. Sayangnya, Ainur yang telah tenggelam selama kurang lebih satu jam, nyawanya tidak tertolong. Sementara Akkil baru ditemukan jenazahnya pada 30 Juli 2019.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini