Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 (Infografis: Fa Vidhi/ngopibareng.id)
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 (Infografis: Fa Vidhi/ngopibareng.id)

Jelang Pencoblosan, KPU Malang akan Rapid Test 45 Ribu Petugas

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 28 November 2020 18:15 WIB

Jelang hari pencoblosan beberapa pekan lagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten akan melakukan rapid test atau deteksi cepat Covid-19 kepada sekitar 45 ribu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada 30 November 2020, nanti.

"Kami akan mulai rapid test mulai 30 November untuk penyelenggara kemungkinan selama dua sampai tiga hari," ujar Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Mahardika pada Sabtu 28 November 2020.

Dika mengatakan, sebanyak 45 ribu petugas KPPS tersebut tersebar di 4.999 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kabupaten Malang. Setelah dilakukan rapid test ujar Dika, maka akan dilanjutkan dengan pembagian logistik kelengkapan alat pemilihan serta Alat Pelindung Diri (APD) kepada para petugas.

"Untuk pembagian logistik berupa APD dan alat pemilihan kemungkinan akan dilakukan di atas tanggal 2 Desember 2020," katanya.

Dalam agenda rapid test tersebut, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terkait pelaksanaannya di lapangan.

"Kami jalin kerjasama dengan Dinkes Kabupaten Malang. Nanti rapid testnya akan dilakukan di puskesmas-puskesmas setempat," tuturnya.

Ditambahkan oleh Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, nantinya setiap pemilih diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat coblosan.

"Prokes meliputi penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Jika lupa membawa masker, nanti akan disediakan di TPS,” jelasnya.

Anis menerangkan bahwa nantinya jarak antar pemilih akan diatur sejauh satu meter per-orang agar bisa menerapkan physical distancing. Pihaknya juga sudah menyiapkan sarana-prasarana terkait protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan dan thermo gun.

Anis menambahkan bagi pemilih yang nantinya ketika dilakukan pengukuran suhu dan didapati bahwa suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat akan disediakan bilik khusus untuk menyalurkan suaranya.

“Akan disediakan bilik khusus. Sehingga hak suaranya tetap tersalurkan,” tutupnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Jan 2021 23:45 WIB

Datangi Asrama Isolasi, Emil Apresiasi Pemkab Trenggalek

Jawa Timur

Menurut Emil, hal tersebut sangat berdampak positif.

23 Jan 2021 23:30 WIB

Akui Positif Covid, Warganet Puji Doni Monardo

Nasional

Tetap bobol meski sudah ketat protokol kesehatan

23 Jan 2021 23:05 WIB

Tiba di Sulbar, Bantuan Polda Jatim Segera Segera Didistribusikan

Jawa Timur

Bantuan itu berupa APD Covid-19, makanan, hingga keperluan bayi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...