Faris Aditama salah satu pemain inti Persik merasakan sakit tegang otot. (Foto: Fendhy Plesmana/Ngopibareng.id)

Jelang Laga Lawan Bhayangkara FC, Empat Pemain Persik Kediri Kram

Liga Indonesia 04 March 2020 10:58 WIB

Jelang laga melawan Bhayangkara FC pada tanggal 6 Maret 2020 di Stadion Brawijaya Kediri, sejumlah pemain inti Persik Kediri dikabarkan mengalami tegang otot dan harus menjalani fisioterapi. Tegang otot ini dialami oleh empat pemain inti, antara lain Faris Adi Tama (tengah), Andri Ibo (belakang), Sackie Teah For (tengah) dan Adi Eko Jayanto (tengah)

Menurut keterangan Iman Taufik, dokter tim medis Persik Kediri, empat pemain yang dimaksud sementara waktu ini direkomendasikan untuk mengikuti latihan ringan saja dan harus banyak istirahat. Otot kaki para pemain ini tertarik ototnya saat menghadapi Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo beberapa waktu lalu.

"Kemarin baru pertama sudah mengalami tegang otot. Kalau istilah medisnya kram. Mungkin karena formasi baru butuh penyesuaian," paparnya.

Para pemain ini merasakan sakit otot tertarik di bagian kaki. Saat laga melawan Persebaya, memang menguras tenaga. Persik Kediri yang bermain agak bertahan di belakang dengan sesekali mengandalkan serangan balik cepat, dipaksa harus bisa meredam agresivitas serangan Persebaya.

Di penghujung babak kedua menjelang berakhinya pertandingan, empat pemain tersebut sebenarnya sudah merasakan ototnya tertarik. Melihat pemainnya kesakitan, pelatih kepala Joko Susilo terpaksa harus menarik sejumlah pemainnya.

"Sudah terasa biasanya harus diganti, terakhir kemarin kan mau ganti Adi sama Faris. Akhirnya yang diganti Adi duluan. Faris dipertahankan. Akhirnya Faris agak parah dari dua pemain tadi karena dipaksakan main," katanya.

Dokter Iman sendiri mengaku heran, empat pemain tadi bisa mengalami tegang otot padahal sebelumnya di Liga 2 , khususnya Faris Aditama tidak pernah merasakan ototnya tertarik .

"Nggak tahu juga faktor apa yang bisa bikin seperti itu. Padahal Liga 2 kemarin tidak seperti itu. Kalau seperti itu nama medisnya disebut kram sprint atau kram otot," jelasnya.

Namun Persik Mania tidak perlu khawatir, karena kram otot yang dialami para pemain ini bisa disembuhkan dalam waktu cepat. Asalkan pemain ini harus diistirahatkan. Boleh ikut latihan asalkan tidak terlalu berat.

"Diistirahatkan dulu paling satu atau dua hari sudah cukup, boleh ikut latihan tapi harus ringan dulu," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyarankan kepada pelatih fisioterapi Wildan untuk segera menjadwal program pemulihan empat pemain tadi. Dokter Iman mengungkapkan, empat yang mengalami tegang otot tadi kemungkinan masih bisa diturunkan saat melakoni laga melawan Bhayangkara FC.

"Insyaallah bisa. Wong tak sampai cedera. Cukup istirahat saja dan menjalani fisioterapi," katanya.

Dari empat pemain yang ototnya tertarik, dua di antaranya masih dalam pantauan tim medis Persik. Sakido dan Adi bisa langsung mengikuti latihan. Sementara Andri Ibo dan Faris hanya diperkenankan latihan ringan di pinggir lapangan. Mereka berrdua nampak latihan ringan melakukan gerakan senam pemanasan.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 22:15 WIB

Nyadran, SAH Nyekar ke Makam Seniman di Surabaya

Pilkada

Ia ingin warga surabaya ingat dengan kesenian di Kota Pahlawan.

08 Aug 2020 21:45 WIB

Lima Orang Positif Covid-19, PN Surabaya Lockdown

Surabaya

Total sudah tujuh orang terpapar Covid-19.

08 Aug 2020 21:42 WIB

Kepemimpinan Ganjar Dinilai Penuh Inspirasi

Nusantara

Penilaian disampaikan Helmi Yahya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...