Jelang FIABCI Summit, Arus Investasi Properti dari LN Tinggi

23 Nov 2018 08:33 FIABCI SUMMIT

FIABCI Global Business Summit akan digelar di Bali, 5-8 Desember 2018. Minat investasi dari luar negeri di bidang properti makin tinggi menjelang pertemuan para pengembang dari seluruh dunia ini.

"Saat ini sudah ada komitmen senilai Rp 35 triliun yang akan masuk ke Indonesia. Sebagian sudah diteken, sebagian akan diformalkan saat pertemuan di Bali," Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

FIABCI (Federation Internationale des Administrateurs de Bien- Conselis Immobiliers) adalah Federasi Real Estate International. FIABCI didirikan di Paris 73 tahun lalu. Kini, federasi pengembang seluruh dunia itu telah beranggotakan 72 Negara.

Indonesia menjadi negara pertama di luar Eropa yang menjadi tuan rumah pertemuan bisnis para pengembang seluruh dunia ini. Pertemuan tahun ini sudah yang ke-37 kali. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah karena punya model pengembangan rumah rakyat yang melibatkan swasta.

Karena itu, DPP REI berusaha keras memanfaatkan momentum internasional ini untuk menggaet kerjasama bisnis dengan mitranya dari luar negeri. Sejumlah design proyek properti sudah disiapkan untuk ditawarkan kepada para investor yang akan hadir. 

Menurut Soeleman, dalam FABCI Global Summit di Bali ini, pihaknya mentargetkan Rp 40 triliun investasi asing di sektor properti masuk ke Indonesia. "Melihat respon mereka, target sebesar itu sangat mungkin tercapai," kata bos Alam Sutra Group ini. 

Salah satui produk Alam Sutra Group
Salah satui produk Alam Sutra Group.

Bahkan, lanjut dia, saat ini sudah ada rencana investasi senilai USD 540 juta yang telah ditandatangani. Menurutnya, minat investor luar negeri untuk investasi properti di Indonesia ini tinggi karena negeri ini sedang tumbuh dengan pasar yang sangat besar.

Dalam FIABCI Global Business Summit di Bali yang rencananya dibuka Presiden Joko Widodo, sejumlah tokoh properti dari dalam dan luar negeri akan menjadi pembicara. Selain itu, juga diagendakan business to business meeting yang mempertemukan para investor dan pengusaha lokal. (*)