Jawa Timur Dan Surabaya Raih Anugerah Kihajar 2019

15 Nov 2019 21:06 Nasional

Sebagai apresiasi kepada daerah yang memiliki komitmen dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam Anugerah Khajar, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat 15 November 2019 malam.

“Tahun ini, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah provinsi, kota/kabupaten di Indonesia. Aspek yang dinilai pada penganugerahan ini antara lain kebijakan, tata kelola, praktik baik terkait TIK, manajemen, dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia, dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerahnya.

Para kepala daerah penerima Anugerah Kihajar ini terbagi atas tiga kategori, yaitu utama, madya, dan pertama. Untuk kategori utama diraih oleh: (1). Badingah, Bupati Gunung Kidul; (2). Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya; dan (3). Haryadi Suyuti, Wali Kota Yogyakarta.

Sementara untuk kategori madya diraih oleh: (1). I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung; (2) Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara; (3). Sutiaji, Wali Kota Malang; (4). Oded M. Danial, Wali Kota Bandung; (5). Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, dan (6). Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang.

Seketaris Jendral (Setjen) Kemdikbud Didik Suhardi, mengatakan bahwa anugerah Kihajar tahun ini mengangkat tema "Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital". Dengan tema tersebut, tentu penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi dan juga memberi contoh bagi daerah-daerah lain agar teknologi informasi menjadi bagian dari proses pendidikan dan kebudayaan yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Menurutnya, kepala daerah yang tahu, peduli, dan mengantisipasi kebutuhan anak-anaknya adalah kepala daerah yang mempersiapkan putra-putrinya sebaik-baiknya, khususnya dalam memasuki era digital.

Didik berkeyakinan bahwa generasi muda Indonesia sudah maju dengan teknologi. Oleh karena itu, akan sangat rugi jika pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak menyiapkan teknologi informasi yang memadai.

Kemendikbud telah menyiapkan aplikasi sumber belajar yakni aplikasi Rumah Belajar versi mobile. Aplikasi yg berisi konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa dan pendidik ini akan diluncurkan pada Malam Anugerah Kihajar.

“Selain itu, ada TV Edukasi yang tentu akan sangat bermanfaat. Kedua media ini bisa dimanfaatkan di dalam maupun di luar kelas, sehingga anak-anak bisa belajar di mana saja. Oleh karena itu, bapak dan ibu kepala daerah, mari kita dorong anak-anak untuk menggunakan teknologi informasi dengan bijaksana, bukan hanya untuk bermain game, melainkan juga untuk proses belajar mereka,” pesan Didik.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto. Ia mengatakan bahwa pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan partisipasi pemerintah daerah dan dilakukan di semua sektor, termasuk pendidikan dan kebudayaan yang merupakan sektor penting dalam pembangunan manusia Indonesia.

Ia menambahkan, bahwa partisipasi pemerintah daerah dalam pendayagunaan TIK di sektor pendidikan dan kebudayaan dilakukan dalam kerangka kebijakan, anggaran, program, implementasi dan dampak.

“Selain untuk memberikan apresiasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan Anugerah Kihajar dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan,” ujar Gogot.

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini