Ilustrasi pemerintah RI tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini. (Ngopibareng)

Haji Batal, Begini Cara Menarik Kembali Dana yang Sudah Disetor

Nasional 03 June 2020 13:16 WIB

Tahun ini Kementerian Agama RI tidak memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci, akibat pandemi COVID-19. Lantas bagaimana apabila ada calon jamaah yang akan menarik kembali dana yang suda disetorkan?

Berikut ini prosedur penarikan setoran calon jamaah haji, yang dijelaskan Kementerian Agama.

Kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, jamaah yang sudah melunasi biaya haji bisa mengajukan permohonan pengembalian dana ke Kantor Wilayah Kementerian Agama sesuai ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama No.494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M.

Permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya haji, menurut dia, bisa disampaikan secara tertulis ke Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota tempat pendaftaran.

Permohonan pengembalian dana pelunasan biaya haji, harus disertai dokumen asli bukti pelunasan setoran Bipih, buku tabungan asli yang masih aktif atas nama calon haji beserta fotokopinya, identitas diri beserta fotokopi identitas diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

"Permohonan jamaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi... Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan memproses pembatalan," katanya, menambahkan, proses penanganan permohonan pengembalian dana pelunasan biaya haji berlangsung sembilan hari. 

Ia mengatakan calon haji yang menarik kembali setoran dana pelunasan biaya haji tahun 2020 tidak akan dikeluarkan dari antrean pelayanan haji.

"Meski diambil setoran pelunasannya, jamaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 1442 H/ 2021 M," kata dia.

Calon haji, ia melanjutkan, hanya akan kehilangan hak antrean pelayanan haji kalau menarik dana setoran awal dan setoran pelunasan biaya haji.

Muhajirin menjelaskan pula bahwa kalau calon haji yang dijadwalkan berangkat tahun 2020 meninggal dunia maka nomor porsi layanan hajinya bisa dilimpahkan ke anggota keluarga seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, atau saudara yang ditunjuk dan atau disepakati secara tertulis oleh keluarga untuk menggantikannya.

"Pengganti porsi itu bisa menjadi jamaah haji 1442H/2021M selama kuota haji Indonesia masih tersedia," katanya.

Muhajirin mengatakan bahwa berdasarkan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Kementerian Agama ada 198.765 calon haji reguler yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji tahun 1441H/ 2020 M. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Jul 2020 07:02 WIB

Jaga Selamat, Muhammadiyah Putuskan Gelar Tanwir Daring Juli 2020

Khazanah

Hasil Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat

06 Jul 2020 06:46 WIB

Pancasila dan Penjual Sate Madura, Terasa Cerdiknya

Humor Sufi

Humor selalu mencairkan suasana tegang

06 Jul 2020 06:19 WIB

Ledakan di Menteng, Polisi Lakukan Pemeriksaan Mendalam

Nasional

Lebih dari petasan, tak memunculkan api

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...