Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah. (Foto: Instagram @gusmiftah)
Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah. (Foto: Instagram @gusmiftah)

Gus Miftah: Masak Ada Darah Nabi kok Menghina Orang?

Ngopibareng.id Nasional 21 November 2020 09:58 WIB

Konflik Nikita Mirzani dan Rizieq Syihab kembali memanas. Ibu tiga anak itu membagikan pernyataan Rizieq Syihab yang tidak memenuhi panggilan polisi karena tengah sakit.

Nikita Mirzani membagikan sebuah surat pernyataan resmi dari Front Pembela Islam (FPI) yang menyatakan kondisi pemimpinnya tengah sakit.

Dalam surat menyatakan Rizieq Syihab membutuhkan istirahat karena banyaknya kegiatan yang dilakukan sejak tiba di Indonesia. Hal itu pun membuat Rizieq Syihab absen dari panggilan polisi.

Sebelumnya, Nikita Mirzani sempat mengeluhkan kemacetan yang dibuat oleh simpatisan Rizieq Syihab saat menjemput di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), pada 10 November 2020.

Nikita Mirzani yang emosi bahkan membongkar silsilah Rizieq Syihab hingga mendapatkan balasan pedas dari Maheer At-Thuwailibi alias Soni Erata. Ia menyebut Nikita Mirzani l*nte.

Saling berbalas hujatan di media sosial pun menyebabkan masalah ini viral. Sebutan habib pun menjadi topik pembahasan utama (trending topic) di Twitter Indonesia.

Bahkan, dai Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah ikut angkat bicara mengenai panggilan habib ini. Dalam siaran langsung melalui akun instagram pribadinya @gusmiftah baru-baru ini, dirinya menegaskan bahwa sapaan habaib adalah gelar sakral dan suci.

Gus Miftah menyebut, tidak ada satupun di antara kaum muslim boleh menghina para habaib. Sebab, kata Gus Miftah, di dalam diri seorang habaib mengalir darah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Namun, dia juga menegaskan bahwa seorang habaib juga tak pantas melakukan hal serupa, menghina orang lain.

“Gus boleh gak kita menghina habaib? tidak boleh! kenapa? karena dalam tubuh habaib ada darahnya Nabi, ujar Gus Miftah.

Gus Miftah juga berpesan, seorang alim ulama yang mendapat gelar habib sebaiknya juga tidak boleh menghina orang lain. “Lalu bolehkah habaib menghina orang lain? tidak boleh, masa di dalam tubuhnya ada darah nabi kok menghina orang lain? kan gak pantes. Terus siapa orang yang boleh kita hinakan? tidak ada satu pun orang yang boleh kita hinakan,” pungkasnya.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 22:11 WIB

Target Vaksinasi Jilid I Surabaya, Tiga Pekan Kelar

Surabaya

Ada sebanyak 109 fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani vaksin.

16 Jan 2021 21:15 WIB

FK Unair Ciptakan Aplikasi untuk Lindungi Nakes dari Covid-19

Kesehatan

Aplikasi ini bisa menjadi sarana KIE bagi nakes dalam menangani covid-19.

16 Jan 2021 21:00 WIB

Greysia/Apriyani Melaju ke Final Thailand Open 2021

Bulutangkis

Greysia/Apriani kalahkan ganda Korsel Lee So-hee/Shin Seung-chan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...