Gaspol di Tanjakan Jembatan Kali Kenteng!

12 Jun 2018 16:21

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Kabar tanjakan terjal ruas tol fungsional Salatiga-Kartasura, Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan sudut kemiringan 57 derajat sempat membuat heboh arus mudik 2018.

Di sosial media beredar video sebuah mobil LCGC dengan judul ‘Tanjakan 57 Derajat’ tidak kuat menanjak dan harus dibantu petugas.

Kali Kenteng merupakan bagian dari tol fungsional Salatiga-Kartasura. Sifatnya yang fungsional artinya hanya difungsikan pada saat-saat tertentu, seperti saat arus mudik dan balik Lebaran ini.

Tol sepanjang 32,24 kilometer ini, kata Kasat Lantas Polres Semarang AKP Shandi Wiedyanoe, memang tidak sama dengan ruas tol yang sudah operasional 100 persen.

Menutut Shandi, tanjakan di ruas darurat Jembatan Kenteng tidak sampai 10 persen dari rataan jalan, artinya tanjakannya hanya 20 hingga 25 persen saja.

“Mobil jenis sedan tetap bisa menanjak dengan syarat menggunakan presneling gigi satu,” ujarnya.

Tanjakan 5,7 derajat bukan 57 derajat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mengklarifikasi soal derajat tanjakan Kali Kenteng. Melalui akun Twitter @KemenPU, sudut kemiringan sebenarnya tanjakan Kali Kenteng adalah 5,7 derajat bukan 57 derajat.

Melintas di tanjakan terjal memang memerlukan skil yang baik, tapi lebih penting adalah memahami kondisi kendaraan yang digunakan.

Petugas gabungan yang terdiri dari Kepolisian dan PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) ini tak bosan-bosan memberikan aba-aba saat mobil pemudik bersiap-siap menanjak di jalur darurat Kali Kenteng.

“Gas Pol!” itulah kata-kata yang kerap diucapkan para petugas di jalur darurat tanjakan Jembatan Kenteng, yang dibuka sejak Jumat (8/6/2018).

“Silakan ikuti instruksi petugas, ayo, tambah kecepatannya, gas pol terus... terus. Jangan ragu-ragu!” kata seorang petugas kepada para pengemudi saat melintas di Jembatan Kali Kenteng.

Di sepanjang jalan menuju jembatan Kenteng ini, pemudik sudah mendapati banyak rambu-rambu peringatan agar memindah ke gigi rendah. Salah satunya spanduk bertuliskan, “Awas tanjakan tajam pindah gigi 1”.

Tak cukup itu, di tengah-tengah tanjakan, sejumlah petugasi bersiap-siap membawa ganjal untuk mengantisipasi jika ada mobil yang tidak kuat menanjak.

Selain itu, pengemudi juga diimbau untuk menjaga jarak saat melewati tanjakan Kali Kenteng. “Penyempitan sengaja dilakukan dari dua lajur menjadi satu supaya mobil bisa ancang-ancang naik pas tanjakan,” kata Fatahillah, Manager Administrasi Proyek JSN.