Fatma Foundation Kembali Gelar Pemeriksaan Pap Smear

18 Nov 2019 07:12 Kesehatan

Fatma Foundation kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa pemeriksaan Pap smear, payudara, serta suntik HPV kepada masyarakat. Bertempat di Griya Fatma Foundation The Gayungsari, Surabaya, Sabtu 16 November 2019, tim medis Fatma Foundation memeriksa dan melakukan suntik HPV kepada lebih dari 150 orang, baik dari kalangan wanita maupun pria.

Founder dan Ketua Fatma Foundation Dra Hj Fatma Saifullah Yusuf mengatakan, pelayanan ini ia laksanakan agar masyarkat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terjangkau, dan terbaik.

Bukan tanpa alasan ia memberikan pelayanan kesehatan terjangkau, menurutnya, terjangkaunya harga yang ia berikan dalam pelayanan tersebut semata-mata agar para Ibu Rumah Tangga bisa tetap sehat.

Eksa Yoga Amirul sekalu penanggung jawab operasional OJN yang juga sebagai salah satu koordinator tim kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan pemeriksaan Pap Smear, payudara, dan suntik HPV ini semata-mata agar masyarakat peduli dengan kesehatan organ intim. Baik yang sudah menikah, maupun yang belum menikah.

"Kalau Pap Smear kebanyakan sudah menikah. Tapi kalau yang HPV, siapa saja boleh. Ini tadi ada kok anak muda juga yang ikut berpartisipasi. Mereka ingin terhindar dari penyakit kelamin," kata Eksa kepada ngopibareng.id, Sabtu 16 November 2019.

Ia tak menyangka, masyarakat yang berpartisipasi sangat banyak. Meskipun pendaftaran sudah dibuka sejak beberapa waktu lalu, namun masyarakat masih saja ada yang datang dan mendaftar saat acara berlangsung.

"Membludak, sangat banyak. Bahkan ada juga yang baru daftar OTS," katanya.

Yang unik, dari kalangan anak muda ada Puteri Indonesia Jawa Timur 2018 Alshya Sekar Amaranggana Wibowo yang juga ikut berpartisipasi. Ia mengaku ikut dalam kegiatan suntik HPV. Tujuannya agar ia terhindar dari penyakit yang bisa menyerang daerah kewanitaannya.

"Kita harus paham dan merawat tubuh kita. Salah satunya ya dengan suntik HPV ini. Agar kita terhindar dari penyakit yang bisa merugikan kita sendiri," kata Alshya.

Alshya berharap, para pemuda pemudi bisa ikut dalam kegiatan yang diadakan oleh Fatma Foundation di kemudian hari. Agar, mereka bisa tahu, penyakit-penyakit apa saja yang bisa menyerang daerah kewanitaan, dan bagaimana cara menghindarinya.

"Ini sangat penting untuk teman-teman yang masih muda. apalagi yang mau menikah. Biar mengerti terkait penyakit yang bisa menyerang rahim ini. Lebih baik kita menghindari daripada mengobati. jangan takut suntik HPV ya," ungkapnya.

Sementara itu, dr. Tizar Dwi Satyoputro yang merupakan salah satu tenaga medis di acara itu mengatakan, pemeriksaan pap smear sangat baik untuk wanita yang sudah menikah, maupun yang belum menikah namun melakukan hubungan seksual secara aktif.

"Pap smear sendiri adalah screening untuk melihat apakah ada keganasan atau tidak. Syaratnya ya sudah menikah, tapi kalau belum menikah tapi sexual active juga gapapa, yang penting menyetujui bahwa selaput darah akan dibuka untuk pemeriksaan," kata dr. Tizar kepada ngopibareng.id.

Sehingga, para wanita bisa mengetahui, kesehatan organ intimnya. Agar, jika terdeteksi penyakit seperti kanker rahim, bisa segera ditangani lebih awal. Bahkan menurutnya, setidaknya satu tahun sekali, seorang wanita yang sexual active harus melakukan pemeriksaan pap smear.

"Setidaknya satu tahun sekali. Kalau akhirnya terdetaksi, bisa langsung diberi vaksin agar tidak semakin ganas. Namun sebenarnya, vaksin HPV juga bisa diberikan sejak anak-anak, jadi bisa terhindar kalau sudah besar," kata Dr. Tizar.

Maka dari itu, dr. Tizar berharap, semua wanita yang sudah menikah, untuk segera melakukan pemeriksaan pap smear. Sehingga bisa mencegah terjadinya kanker mulut rahim. Kemudian untuk wanita yang belum menikah atau sexual active, segera melakukan vaksin HPV agar bisa terhindar dari risiko kanker mulut rahim.

"Kalau HPV, wanita pria juga boleh. Utamanya wanita ya, kanker mulut rahim itu dipicu oleh virus HPV, jadi jangan takut untuk periksa dan suntik vaksin. Lebih baik di cegah daripada mengobati," pungkasnya.

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini