Erupsi Gunung Agung Masih Fluktuatif

08 Jul 2018 11:44 Reportase

Aktivitas erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali masih fluktuatif. Data seismograf menunjukkan energi magma sebenarnya sudah tidak begitu besar, namun erupsi masih saja bisa terjadi.

"Erupsi cenderung fluktuatif, dimana Gunung Agung sempat tidak mengalami erupsi selama 36 jam terakhir, namun pagi ini Pukul 05.22 Wita kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter dari atas puncak dengan abu mengarah ke barat," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Minggu 8 Juli 2018.

Meski terjadi erupsi yang fluktuatif, namun berdasarkan data sismograf terlihat energi yang dikeluarkan sangat kecil. Pengembungan perut gunung (deformasi) juga masih terjadi.

Hembusan asap putih terpantau 24 kali sehari. "Untuk eksplosifitas erupsi belum terlihat tinggi sekali dan saat ini Gunung Agung masih dalam fase erupsi strombolian," katanya.

Ia menerangkan, fase erupsi cukup besar dengan strombolian yang cukup besar sempat terjadi pada 2 Juli 2018 dengan letusan sebanyak enam kali per hari dan setelah itu letusan mengalami penurunan drastis yang dihitung rata-rata muncul setiap 12 jam.

"Kemarin Sabtu (7/7) kami mencatat tidak ada letusan atau erupsi sama sekali (kurun waktu 36 jam), sehingga dari data ini kecenderungan adanya penurunan energi magmatik yang dibangun pada 24-25 Juli 2018, sudah dierupsikan secara eksplosif pada 27 Juli 2018 dan pengeluaran gas emisi yang cukup tinggi pada 28-29 Juni 2018," katanya.

"Akibat terjadinya ini, tekanan magma dalam tubuh Gunung Agung terpantau berkurang dan mudah-mudahan mengalami penurunan dengan frekuensi erupsi yang sedikit. Dengan penurunan ini, ketinggian letusan juga berkurang sehingga masyarakat dapat tenang dan bisa kembali ke rumahnya," ujarnya.

Pihaknya terus memonitor aktivitas Gunung Agung setiap harinya dan secara umum terpantau hembusan masih terus terjadi. "Hembusan ini menandakan efusi lava atau keluarnya lava kepermukaan, baik itu yang dikeluarkan melalui leleran atau aliran, maupun melalui erupsi secara eksplosif nantinya," katanya.

Hingga saat ini, Gunung Agung berada pada status siaga atau level III sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dan pendakian di dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Agung.(ant)

Reporter/Penulis : Wahidin


Bagikan artikel ini