Egg Roll Emphie dari Pelosok Ndeso, Coba Ajah

17 Jan 2019 07:02 Kuliner

Packaging-nya bagus. Malah sudah bisa dikatakan sempurna. Kesannya rapi, higienis, uuenak, berkelas, dan mahal. Layak masuk dan dipasarkan di supermarket-supermarket besar, di berbagai pusat oleh-oleh. Cocok juga untuk buah tangan tamu-tamu penting pemerintahan, dan seterusnya. Nama jajanan itu adalah Egg Roll. Branding merknya adalah Egg Roll Emphie.

Dengan kesan seperti itu Anda pasti mengira kalau jajanan egg roll ini adalah produk pabrikan. Kalau kiraan ini yang  terlintas yakinlah Anda bakal salah. Egg roll dengan kesan luar biasa ini nyatanya hanya produk rumahan. Malah tak nampak dari luar. Mungkin pak RW atau Pak Lurahnya sekalipun tidak tahu kalau ada warganya yang mampu memproduksi jajanan uueenak kategori kelas supermarket. 

Pemilik produk Egg Roll Emphie ini adalah Sri Handayani. Emphie adalah nama putrinya yang mencetuskan sekaligus mengawali gagasan membuat produk kue ini. Sedangkan egg roll adalah nama keren jenis kuenya.

Biasanya, kue jenis ini hanya diproduksi pabrikan besar,  yang paling umum dipasaran dan terkenal ada merk Monde. Egg Roll Emphie di produksi di Dusun Grompol RT2 RW1, Desa Ngebrak, Kecamatan Gamping Rejo, Kabupaten Kediri.

Bu Sri Sri Handayani lengkapnya Di lingkungan sekitarnya dia lebih dikenal dengan panggilan Bu Eggrool FotoWidiKamidingopibarengid
Bu Sri. Sri Handayani lengkapnya. Di lingkungan sekitarnya dia lebih dikenal dengan panggilan Bu Eggrool. (Foto:WidiKamidi/ngopibareng.id)

Bu Sri, demikian Sri Handayani biasa dipanggil di lingkungan Rt-nya, menuturkan, meski egg rool ini diproduksi di desa cukup pelosok, Bupati Kediri sangat tahu produk ini. Ini berkat suport beberapa instansi pemerintah yang mengikutsertakannya dalam even-even pameran usaha kecil di Kabupaten Kediri.

Hanya anehnya, kalau kabupaten sering mengundang, kecamatan mengundang, di desanya sendiri malah adem ayem. Desa malah seolah tidak tahu kala ada UMKM potensial di wilayahnya.

Dulunya, Sri adalah pengusaha kerupuk. Pernah besar di Kediri. Tapi seiring waktu, kerupuk itu ambles. Kemudian beralih usaha di sapi perah. Pernah besar juga. Malah sampai pernah memiliki dua mesin penyedot susu. Namun seiring putra-putrinya jadi sarjana, dia dan suaminya sendiri beranjak sepuh, sementara usaha tidak ada yang meneruskan, sapi perah itu pun juga tutup.

Di tengah masa mengasonya setelah sekian lama banting-tulang menyekelohkan anak, putri bungsunya yang sarjana perikanan Universitas Brawijaya berwirausaha membuat kue egg roll. Usaha itu dilakukan lantaran nelangsanya dengan ijazah sarjana hanya mendapat gaji setingkat pendidikan SMA. Suport orang tua akhirnya membuat Riska Devianti alias Emphie nekat membuat kue, padahal dia tak pernah belajar masak, apalagi membuat kue.

Setelah sekian lama eksperimen, egg roll bikinan Emphie itu berhasil dikenal masyarakat. Melalui serangkaian pemasaran titip-menitip egg roll yang dimulai tahun 2011 itu sudah berhasil masuk supermarket besar di Kediri, yaitu Golden. Kemudian juga masuk di berbagai pusat oleh-oleh besar di Kediri. Kemasannya yang sedap dipandang sejak kemunculannya membuat Egg Rool Emphie cepat berpenetrasi dengan pasar.

“Banyak yang bilang rasanya egg roll ini seperti bikinan Monde,” kata Sri.

Sayangnya, Emphie harus hijrah ke Jakarta. Dia menikah dan diboyong ke Jakarta. Sri Handayani yang merasa eman dengan produk ini, lantaran sudah kadung dikenal masyarakat, pemasaran dan omset juga bagus, maka Sri kembali tampil di depan. Hanya kali ini pekerjaannya adalah membuat kue. Jauh berbeda dengan dulu yang berkecimpung dengan minyak, kerupuk, juga sapi.

Demi melanjutkan usaha putri tercintanya itu, Sri Handayani pun akhirnya membentuk tim produksi. Layaknya tim sepakbola. Seluruh keluarga dilibatkan. Dia dan mantunya di tim produksi. Bagian cetak-mencetak bahan panas. Si Bapak bagian antar pesanan dan penyediaan bahan baku. Anak lelakinya bagian kanvaser, sekalian berangkat ngantor di BRI, sekaligus menggarap pasar dengan sistem online.

Meski cukup pelan, usaha egg roll ini tetap jalan. Menurut Sri, ada beberapa sebab egg roll ini tidak bisa terserap pasar dengan cepat. Egg roll yang mirip dengan opak gambir ini termasuk jajanan mahal. “Tapi memang harus mahal, sebab tanpa bahan-bahan pilihan egg roll ini tidak bakal bisa jadi bagus. Cepat hancur. Dipegang saja bisa hancur. Dan kita tidak bisa mengurangi bahan-bahan pilihan itu. Ya.. karena kita menetapkan stadar kualitas,” ungkapnya. 

Per kotak kemasan berat bersihnya 2 ons. Isinya antara 16-20 potong kue egg roll. Harga per kotak dari tangan Sri adalah 16 ribu rupiah. Pemesanan bisa saja dilakukan di 0852 3582 9292, dengan catatan harus dikasih tempo. Tempo ini penting karena egg roll harus disiapkan dengan kemasan fresh atau kemasan baru. Tujuannya agar konsumen puas, sementara produsen juga puas. Pengiriman luar kota biasanya dengan travel. Kalau pengiriman biasa takut rusak, hancur, dan seterusnya. Saat ini yang biasa dilayani adalah Kota Surabaya, Malang, dan Banyuwangi.

Cukup sederhana peralatan produksinya tapi jangan tanya rasanya wuih bukan main kalau sudah sampai diujung lidah FotoWidikamidingopibarengid
Cukup sederhana peralatan produksinya, tapi jangan tanya rasanya, wuih bukan main kalau sudah sampai diujung lidah. (Foto:Widikamidi/ngopibareng.id)

Tersedia 5 jenis egg roll masing-masing rasa vanila, susu, wijen, coklat, dan original. Yang paling seru pemasarannya adalah rasa original dan wijen. Jika lebaran tiba, Egg Roll Emphie harus memesan jauh-jauh hari. Kalau tidak pasti tidak akan dapat tempat. Setidaknya, 2000 kotak akan melanglang buana untuk kue lebaran.

Sri sendiri mematok, sebelum lebaran der tiba pesanan harus rampung. Tidak ada lagi pesanan datang. Sebab keluarganya juga akan bersiap lebaran. Seiring waktu, seiring dengan pemasaran yang sudah dibangun, Sri tidak hanya memproduksi egg rool saja. Kini ada produk sambel pecel dan juga kerupuk puli. Sama seperti egg roll-nya, tidak ada bahan pengawet secuil pun ditabur di dalamnya. (widikamidi)

Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini