Salah satu makam raja di kawasan Selangor, Malaysia. (Foto: Bernama)

Dilarang Ziarah Kubur di Malaysia saat Idul Fitri

Internasional 21 May 2020 10:47 WIB

Tak banyak negara berani mengambil langkah lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Tapi Malaysia berani melakukan hal tersebut.

Sejauh ini, Malaysia sukses menurunkan jumlah pasien Covid-19 atas kebijakan lockdown yang diberlakukan sejak 18 Maret 2020.

Jumlah kasus orang yang terinfeksi Covid-19 di Malaysia saat ini mencapai 6.978 orang dengan 5.646 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Hanya 114 jiwa yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus asal Wuhan, China itu.

Demi tetap mengantisipasi penularan Covid-19 agar tidak meluas, Pemerintah Malaysia membuat peraturan baru dengan melarang warganya ziarah kubur saat hari raya Idul Fitri.

Seperti umat Islam di Selangor tidak diizinkan melakukan tradisi mengunjungi pemakaman umum dan makam kerajaan selama perayaan Idul Fitri, terutama sebelum atau sesudah salat Idul Fitri.

Direktur Departemen Agama Islam Selangor (JAIS), Mohd Shahzihan Ahmad mengatakan, keputusan itu diambil sejalan dengan penerapan Perintah Kontrol Gerakan Bersyarat (CMCO) untuk mencegah penularan Covid-19.

"Mereka yang ingin mengunjungi kuburan orang yang mereka cintai selama periode ini dapat menggantikan kunjungan dengan membaca tahlil, zikir dan berdoa di rumah untuk diberikan kepada almarhum keluarga dan kerabat," ujar dia, dilansir dari Bernama, Kamis 21 Mei 2020.

Mohd Shahzihan menambahkan, mereka yang mengelola makam umum dan makam kerajaan di negara bagian itu, juga diimbau untuk membantu JAIS guna memastikan bahwa keputusan itu dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat.

Malaysia masih Lockdown

Pemerintah Malaysia memperpanjang masa Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) atau lockdown. Lockdown diperpanjang hingga 9 Juni 2020.

Dilansir Channel News Asia (CNA), Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yasin mengungkap, negara sudah berjuang melawan Covid-19, namun upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil. MCO sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Selasa, 12 Mei 2020.

"Atas saran Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional, saya ingin mengumumkan bahwa MCO bersyarat, yang diberlakukan hingga 12 Mei, akan diperpanjang hingga 9 Juni, yang merupakan empat minggu lagi," ujar Muhyiddin Yasin.

Ini merupakan kali keempat MCO diperpanjang. MCO mulai berlaku sejak 18 Maret lalu telah diperpanjang tiga kali, masing-masing selama dua minggu. Di bawah MCO, tempat usaha dan sekolah yang tidak penting ditutup sementara. Perjalanan domestik dan internasional juga dilarang.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Sep 2020 09:48 WIB

Pertimbangkan Daerah Tunda Pilkada, Ini Solusi Terbaik

As’ad Said Ali

Berpotensi penyebaran Corona di arus bawah (grassroot)

19 Sep 2020 09:39 WIB

Ketua Komisi X DPR: Bantuan Pulsa PJJ Realisasikan Secepatnya!

Nasional

Sebab sampai sekarang bantuan kuota internet dari Kemendikbud belum turun

19 Sep 2020 09:33 WIB

Meneduhkan! Ini Pesan Terakhir Nyai Nur Ismah Sebelum Wafat

Khazanah

Duka atas wafatnya Nyai Hj Nur Ismah binti Abdullah Salam

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...