Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi oleh anak ke-3 mantan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK). (Foto: Twitter)
Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi oleh anak ke-3 mantan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK). (Foto: Twitter)

Dilaporkan Anak JK, Ferdinand Hutahaean Bantah Caplin = JK

Ngopibareng.id Hukum 03 December 2020 09:26 WIB

Muswira Kalla, anak Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), melaporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S. Kamri ke Badan Reserse Kriminal Polri, Rabu, 2 Desember 2020.

Muswira menilai cuitan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S. Kamri merupakan fitnah. "Tulisan tersebut mengganggu kami, saya dan keluarga," ucap putri ketiga JK, usai membuat laporan.

Laporan Muswira itu diterima polisi dengan nomor ST/407/XII/Bareskrim tertanggal 2 Desember 2020. Dalam laporannya itu, ia melampirkan bukti berupa tangkapan layar unggahan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S. Kamri di Twitter, YouTube, dan Facebook.

Berdasarkan lampiran barang bukti yang diperlihatkan kepada media, cuitan Ferdinand yang dilaporkan adalah, 'Hebat juga si caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sudah dipanasi lebih awal. Tampaknya presiden akan sangat disibukkan oleh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan'.

Ferdinand Hutahaean dan Rudi S. Kamri pun dilaporkan dengan Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Menanggapi hal itu, Ferdinand Hutahaean menyatakan akan bersikap kooperatif bila polisi membutuhkan keterangannya. "Kalau polisi memanggil saya, saya akan memenuhinya," tuturnya.

Menurut Ferdinand Hutahaean, laporan tersebut akan membuka kebenaran dan fakta apakah dirinya bersalah. Namun, mantan politikus Partai Demokrat itu mengingatkan bahwa dirinya bisa melaporkan balik pelapor terkait dugaan laporan palsu pencemaran nama baik, bila nantinya laporan yang telah dibuat tidak terbukti.

"Jangan lupa juga saya punya hak hukum, kalau ini nanti tidak bisa dibuktikan saya menyerang pelapor ini bisa diklasifikasikan laporan polisi dengan tujuan mencemarkan nama baik saya dan menyerang kehormatan saya," ujarnya, Kamis 3 Desember 2020.

Lalu siapa yang dimaksud 'Chaplin' yang dimaksud Ferdinand?

"Wah Caplin itu yang jelas bukan Pak JK. Sudah saya konfirmasi berkali-kali di media baik TV maupun radio, bahkan dengan Husein Abdullah jubir Pak JK berkali-kali nanya kepada saya apakah itu Pak JK? Saya jawab tidak. Jadi cuitan saya tidak ada hubungannya dengan Pak JK sama sekali seperti yang saya sampaikan berkali-kali," kata dia.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 21:15 WIB

FK Unair Ciptakan Aplikasi untuk Lindungi Nakes dari Covid-19

Kesehatan

Aplikasi ini bisa menjadi sarana KIE bagi nakes dalam menangani covid-19.

16 Jan 2021 21:00 WIB

Greysia/Apriyani Melaju ke Final Thailand Open 2021

Bulutangkis

Greysia/Apriani kalahkan ganda Korsel Lee So-hee/Shin Seung-chan.

16 Jan 2021 20:45 WIB

Maret, Asprov PSSI Jatim Gelar Kongres Secara Offline

Liga Indonesia

Kongres akan digelar secara offline dengan protokol kesehatan Covd-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...