Digelontor Pemprov, Bawang Putih Tetap Mahal

25 Apr 2019 20:10 Jawa Timur

Sehari setelah digelontor 4 ton bawang putih melalui operasi pasar oleh Disperindag Pemprov Jatim, harga bawang putih di Kota Probolinggo tetap mahal. Sejumlah pedagang beralasan, mereka menjual bawang putih stok lama yang harga kulakannya juga tinggi.

Sejumlah pedagang di Pasar Baru, Kota Probolinggo yang dihubungi Kamis, 25 April 2019 mengatakan, bawang putih dijual dengan harga Rp 45 ribu per kilogram (Kg). Harga setinggi itu setara dengan harga bawang putih yang naik sejak sekitar dua pekan lalu.

Sejak dua pekan lalu, harga bawang putih yang biasanya Rp 20-25 ribu naik menjadi Rp 40-45 ribu/Kg. Kenaikan bawang putih itu dipicu menipisnya stok bawang putih di pasaran.

Rabu, 24 April 2019 lalu, Disperindah Jatim kemudian mekalukan operasi pasar di Probolinggo dengan menggelontor 4 ton bawang putih. Setiap pedagang dijatah 20 Kg bawang putih dengan harapan harga komiditas itu kembali normal.

Ternyata operasi pasar tidak berdampak karena harga bawang putih tetap melambung. “Saya dan sejumlah pedagang menjual bawang putih Rp 40-45 ribu soalnya untuk menghabiskan stok lama yang harga kulakannya juga tinggi,” ujar Aminah, 38 tahun, pedagang di Pasar Baru, Kota Probolinggo.

Pedagang asal Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo itu mengaku, saat operasi pasar dirinya membeli 20 Kg bawang putih. “Bawang dari Pemprov Jatim itu satu sak 20 kilogram setelah saya bersihkan tingal 18 kilogram,” ujarnya.

Soal sikap pedagang yang tetap menjual tinggi bawang putih juga diakui Kianah, 60 tahun. “Saya kulak 20 kilogram saat operasi pasar. Ya nanti kalau habis, pasti bawang putih mahal lagi sesuai harga kulakan,” ujarnya.

Sekarang pun dengan alasan menghabiskan stok bawang putih yang lama, Liana, pedagang di Pasar Baru mengatakan, terpaksa menjual bawang putih Rp 40-45 ribu.

Sebenarnya tidak hanya bawang putih, “saudara”-nya, bawang merah juga terus merambat naik. “Saya beli bawang merah di mlijo (pedagang sayur keliling) Rp 40 ribu sekilo. Padahal bawang merah hasil tani utama selain padi dan jagung di Probolinggo,” ujar Ny. Mila, warga Kota Probolinggo.

Karena bawang putih dan bawang merah merupakan bumbu pokok, warga Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo terpaksa membelinya. “Biasanya saat puasa apalagi menjelang Lebaran, harga bawang merah dan bawang putih melambung,” ujarnya. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini