Demo di Konjen Australia, Massa Sebut Prabowo Pro Penjajahan

28 Nov 2018 13:34 Surabaya

Rintik hujan tak menghalangi niat sejumlah massa untuk menggelar aksi damai seruan jihad bela Palestina, di depan Konsulat Jenderal Australia, Jalan Dokter Ir Soekarno Surabaya, Rabu 28 November 2018.

Dalam aksi itu mereka membentangkan spanduk dan puluhan poster bernada kecaman kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, menyusul pernyataanya yang menghormati rencana Australia memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Save Palestina,". "Prabowo Antek Barat,". "Indonesia Bersama Palestina,". "Prabowo Mendukung Penjajahan Palestina," tulis mereka dalam poster.

Koordinator aksi ini, Ahmad Jazuli mengatakan, dalam aksi ini pihaknya mengecam keras rencana Pemerintahan Australia tersebut, apalagi hal itu semakin diperparah dengan pernyataan Prabowo.

Pihaknya menyayangkan, pernytaan Prabowo yang menghormati keputusan Australia tersebut adalah bukti bahwa pendamping cawapres Sandiaga Salahudin Uno itu tak memikirkan kepentingan yang lebih besar, yaitu tentang perdamaian di wilayah tersebut.

"Kita mengutuk dan mengecam sikap Prabowo beberapa waktu lalu yang mendukung pemindahan Duta Besar Australia dari Tel Aviv dipindah ke Yerusalem. Karena Yerusalem sampai hari ini merupakan wilayah Palestina, artinya sama halnya Prabowo ini mendukung penjajahan Israel di Palestina," kata dia.

Apalagi kata dia, pernyataan itu keluar dari mulut seorang tokoh nasional yang bisa mempengaruhi massa dalam jumlah yang banyak pula. Ia menilai hal itu menjadi tak tepat karena Pemerintah Indonesia selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

"Prabowo ini merupakan calon presiden, sebagai tokoh, maka tak tepat sekali jika capres malah mendukung Palestina sebagi negara yang terjajah oleh Israel dan Amerika," kata dia.

Menurutnya, pernyataan Prabowo itu juga telah melukai hati umat Islam di seluruh dunia. Maka ia pun mendesak Prabowo untuk segera meminta maaf dan mencabut pernyataanya itu. Ia juga mengaku telah menyampaikan aspirasi itu kepada pihak Konjen Australia.

"Kita sampaikan aspirasi ini kepada dubes, kita kasih waktu 24 jam. Kalau dalam waktu 24 jam Prabowo tidak meminta maaf kepada umat islam, maka dalam waktu dekat, kami akan hadir lagi, kami akan membawa masa jauh lebih banyak lagi seluruh umat islam di Jawa Timur akan hadir kesini," kata dia.

Sebelumnya sikap Prabowo terhadap Palestina menjadi sorotan setelah calon presiden nomor urut 02 itu mengatakan Indonesia harus menghormati rencana Australia memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv Ke Yerusalem.

Pernyataan Prabowo bertentangan dengan sikap Pemerintah Indonesia yang melayangkan protes keras agar Australia membatalkan rencana pemindahan itu. (frd)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini