Data Sementara, Tiga Tewas dalam Kebakaran KM Santika Nusantara

23 Aug 2019 17:45 Nasional

Kebakaran Kapal Motor (KM) Santika Nusantara memakan tiga korban jiwa. Hal tersebut dikatakan oleh Humas Basarnas Surabaya Tholeb Vatelehan.

"Jadi yang dievakuasi di Pelabuhan Masalembo ada 54 orang, dan tiga orang dipastikan meninggal dunia," ucap Tholeb kepada ngopibareng.id Jumat 23 Agustus 2019 sore saat dihubungi melalui telepon.

Tholeb belum tahu secara pasti nama-nama yang menjadi korban tersebut. Ia hanya menyebut satu korban merupakan Anak Buah Kapal (ABK).

"Belum tahu persis namanya ya. Cuma yang saya tahu salah satunya itu ABK. Sedangkan dua korban lainnya belum tahu apa itu penumpang atau ABK," jelasnya.

Sebanyak 54 penumpang baik yang selamat maupun tewas itu dievakuasi oleh kapal-kapal nelayan. Mereka saat ini berada di pulau Masalembo.

Menurut Tholeb para penumpang yang dievakuasi di Pelabuhan Masalembo saat ini telah diumumkan di posko terpadu di Pelabuahan Tanjung Perak. Ia memastikan 51 nama yang tertera di pengumuman semuanya dalam keadaan selamat.

Namun Tholeb belum tahu persis kapan para penumpang yang dievakuasi di Masalembo akan dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak. Hal ini masih menunggu konfirmasi dari beberapa pihak.

"Masih menunggu koordinasi dari pihak agen pelayaran juga. Kalau Basarnas sendiri masih melihat situasi dan kondisi untuk diarahkan ke Pelabuhan Tanjung Perak," pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan KM Santika Nusantara terbakar pada Kamis malam 22 Agustus 2019 sekitar pukul 20.45 WIB. Berdasarkan data awal menurut manifes, KM Santika Nusantara membawa penumpang sejumlah 111 orang. Rinciannya terdiri dari 100 penumpang dewasa, enam anak, dan lima bayi. Selain itu ada 83 kendaraan yang diangkut.

Namun, dalam perkembangan terakhir, jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi ternyata berbeda dengan manifest.

Versi agen pelayaran, ada 140 penumpang yang berhasil diselamatkan. Sebanyak 51 orang sudah berhasil didaratkan di Pelabuhan Masalembu. Sedangkan sebanyak 89 orang langsung dievakuasi menuju Surabaya.

Penulis : Faiq Azmi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini