Sekretaris Jenderal European People's Party (EPP) Antonio Isturiz dan KH Yahya C Staquf di Brussels.

Dari Vatikan, Staquf Ketemu Sekjen Koalisi Partai UE di Brussels

Politik 28 September 2019 10:45 WIB

Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf terus mengkampanye Islam ala NU ke dunia global. Sebelum kembali ke tanah air setelah bertemu Paus Fransiskus, ia terbang ke Brussells, Belgia, bertemu Sekretaris Jenderal European People's Party (EPP) Antonio Isturiz.

Pertemuan itu berlangsung di Markas Besar koalisi partai-partai politik terbesar di Parlemen Uni Eropa di lingkungan Pusat Pemerintahan Uni Eropa, Brussels, Jumat, 27 September 2019.

CEO ngopibareng.id yang ikut dalam rombongan Gus Yahya Staquf --demikian ia biasa dipanggil-- melaporkan, Isturiz juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Centrist Democrat International (CDI). Inilah koalisi internasional partai-partai politik terbesar di dunia, dengan jumlah anggota 150 lebih partai politik dari 60 lebih negara.

Sejak Nopember 2018 yang lalu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah diterima sebagai anggota penuh CDI. Dalam Musyawarah Pimpinan Eksekutif, 10-11 April 2019 yang lalu, PKB berhasil menggolkan usulannya yang berisi hasil-hasil Munas Alim-Ulama NU di Kota Banjar, Jawa Barat, untuk menjadi Resolusi CDI dan diadopsi sebagai pandangan resmi CDI.

Yahya Staquf yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menemui Isturiz sebagai Duta PKB. Ia terbang ke Belgia sebelum kembali ke tanah air dari lawatannya ke Vatikan untuk berkoordinasi lebih lanjut mengenai hasil Munas PKB tersebut. Dokumen Munas NU di Banjar yang juha diadopsi PKB ini telah disampaikan ke pimpinan tertinggi agama Katolik.

“Koordinasi ini penting untuk membangun bersama strategi tindak lanjut atas hasil Munas," tandas Yahya Staquf di Brussels sebelum terbang ke Indonesia. Sebelumnya, selama tiga hari ia berada di Vatikan bertemu Paus dan sejumlah pejabat negara tersebut.

Lantas apa hasil pertemuan dengan Isturiz? Menurut Yahya Staquf, telah diambil kesepakatan bahwa PKB akan berpartisipasi dalam Musyawarah Pimpinan Eksekutif CDI berikutnya yang akan berlangsung 10-11 Oktober di Roma, Italia.

"PKB juga akan kembali mengusulkan resolusi sebagai lanjutan serial dari resolusi yang telah diterima dalam Musyawarah yang lalu," kata tokoh NU jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini.

Ketiga, lanjutnya, PKB akan mengirim seorang kader Pemuda dan seorang kader Perempuan. Mereka akan ikut serta menginisiasi didirikannya organisasi kepemudaan dan organisasi wanita CDI.

“Wacana tentang radikalisme telah menjadi ruwet bercampur-aduk dengan isu-isu Islamofobia, konflik antar identitas, polarisasi politik dan lain-lain sehingga berbagai Pemerintah negara-negara cenderung lumpuh dalam upaya mengatasinya”, kata Yahya Staquf.

“Melalui CDI dan berbekal pandangan-pandangan yang telah dikembangkan NU selama ini, PKB dapat membantu menjernihkan kekeruhan wacana tersebut. Lagipula, masalah radikalisme ini memang masalah global yang hanya bisa diatasi dengan kerja sama global pula," tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Isturiz menyatakan kekagumannya kepada NU dan Indonesia. Ia mengatakan bertekad  untuk sungguh-sungguh membangun kerja sama saling membantu dengan PKB dan Indonesia. (*)

Penulis : Arif Afandi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Sep 2020 06:45 WIB

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Angkat Abrahamic Faiths Initiative

Khazanah

Penjelasan Forum Inisiatif Agama-Agama Ibrahim

21 Sep 2020 17:53 WIB

Katib ‘Aam PBNU Tampil di Majelis Umum PBB

Tokoh

Gus Yahya akan berbicara tentang Hak Asasi Manusia di Majelis Umum PBB.

16 Sep 2020 07:44 WIB

Diplomat Uni Eropa Kunjungi Xinjiang, Ini Sikap China

Internasional

Daerah komunitas Uighur dan Pemeluk Islam

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...