Cerita dari Balik Istana Presiden

15 Nov 2019 01:32 Pojok Unibraw

Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya (UB) menguak cerita di balik Istana Presiden melalui salah satu anggota kantor staf presiden.

Dia adalah Tenaga Ahli Madya Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden RI Agustinus Eko Rahardjo menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Revitalisasi Komunikasi Kepresidenan di Era Post-Truth.

Jojo sapaan akrabnya menceritakan pengalamannya menghadapi isu hoax masuknya 10 juta tenaga asing dari China ke Indonesia pada 2016.

"Kami kemudian berkomunikasi dengan pihak terkait. Di antaranya dengan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pariwisata. Ternyata tidak benar ada 10 juta pekerja Tiongkok ke Indonesia, yang ada sekitar 9 juta wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia. Itu pun dalam setahun,” ujarnya pada Kamis 14 November 2019, di lantai 7 Gedung B, FISIP UB.

Ada berbagai cerita menarik, kata Jojo, yang kemudian ia ceritakan dalam sebuah buku yang berjumlah 17 bab itu dengan judul 'Cerita di Balik Istana'.

Dalam buku tersebut, Jojo menyampaikan ulasan tulisannya mengenai bergabungnya Ali Mochtar Ngabalin ke Kantor Staf Presiden setelah menjadi seteru Jokowi di Pilpres 2014.

"Saya masuk di beberapa grup jurnalis online. Saya sering bagikan rilis kepresidenan. Agar berita hoax yang muncul segera terbit konfirmasinya," terangnya.

Di sisi lain, Jojo juga menceritakan bahwa Presiden Joko Widodo membuka istana kepada siapapun. Kondisi itu, kata Jojo, berbeda jika dibanding dengan Presiden Suharto. Di era Presiden Suharto, Istana Negara dibuka untuk tamu-tamu kenegaraan.

Hal ini dikatakannya untuk membangun kedekatan Jokowi dengan masyarakat. Jokowi sedang merombak komunikasi untuk meminimalisir berita hoax.

“Bahkan pemain bola pun juga bisa masuk,” tutupnya.

Acara seminar tersebut dipandu oleh dosen Pascasarjana Ilmu Komunikasi, UB, yaitu Rachmat Kriyantono, yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa Pascasarjana.

Seminar tersebut ditujukan agar mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi UB dapat memahami bagaimana mekanisme maupun dinamika menjadi penyampai informasi di dalam Kantor Staf Presiden.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini