Bupati Kudus Terjaring OTT KPK, Diduga Kasus Jual Beli Jabatan

26 Jul 2019 17:57 Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penindakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Kali ini Bupati Kudus Muhammad Tamzil terjaring OTT, Jumat, 26 Juli 2019.

Bersama OTT Bupati Kudus, KPK juga membawa 8 orang yang terjaring OTT. Sehingga total ada 9 orang. Diduga OTT Bupati Kudus Muhammad Tamzil karena kasus suap jual beli jabatan.

"KPK mengamankan total sembilan orang sampai saat ini yang terdiri unsur kepala daerah, stafm, dan ajudan bupati, serta calon kepala dinas," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada wartawan, Jumat, 26 Juli 2019.

Basaria menyebut Bupati Kudus dan 8 stafnya itu ditangkap karena diduga terlibat dalam transaksi haram terkait 'jual-beli' jabatan. Namun Basaria belum menyebutkan detail jabatan-jabatan apa saja yang 'diperdagangkan'.

"Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK, yang masih dihitung," sebut Basaria.

Sementara itu Wakil Bupati Kudus Hartopo mengetahui adanya penyegelan rumah dinas Bupati Kudus, ruang kerja Sekretaris Daerah Kudus serta staf khusus bupati oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari media sosial.

"Hingga kini, saya juga belum mengetahui keberadaan Bupati Kudus Muhammad Tamzil karena seharian memang tidak bertemu langsung," katanya seperti dikutip Antara.

Ia mengakui terakhir kali bertemu bupati pada Kamis, 25 Juli 2019 sore saat pelepasan haji. Sementara hari ini (26/7), kata dia, agendanya mengikuti kegiatan baksi sosial di depan pendopo, kemudian dilanjutkan ke dinas-dinas.

Usai Shalat Jumat, dia melanjutkan agendanya menghadiri pisah sambut Kejari Kudus di pendopo Kudus sehingga belum bertemu langsung.

Hartopo juga mengaku tidak mengetahui terkait permasalahan apa sehingga Bupati M Tamzil terjaring OTT. Ia berharap pemerintahan ke depan tetap baik-baik saja.

"Semoga tidak ada permasalahan apa-apa, tetap baik-baik saja. Saya dan Bupati Kudus M Tamzil juga tetap jalan," ujarnya. (wit/ant)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini