Gus Ipul pada acara Silaturrahim di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung, Sumenep yang mennggunakan tema
Gus Ipul pada acara Silaturrahim di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung, Sumenep yang mennggunakan tema "Peningkatan Kwalitas dan Kesejahteraan Guru dan Madrasah Diniyah", Senin, 26 Maret 2018.

Bertemu Guru Madin Sumenep, Gus Ipul Berkomitmen Perluas Beasiswa Bagi Guru Madin

Ngopibareng.id Pendidikan 26 March 2018 19:54 WIB

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), berkomitmen meneruskan program beasiswa untuk para Ustadz atau guru madrasah diniyah di Jawa Timur apabila kelak ia terpilih.

Beasiswa terhadap para pendidik tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja madin utamanya dalam melahirkan lulusan berkualitas.

Komitmen ini disampaikan Gus Ipul pada acara Silaturrahim di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung, Sumenep yang mennggunakan tema "Peningkatan Kwalitas dan Kesejahteraan Guru dan Madrasah Diniyah", Senin, 26 Maret 2018.

Menurut Wakil Gubernur Jatim dua periode ini ada tiga aspek yang terus ia tingkatkan saat dirinya menjabat wakil gubernur. "Diantaranya adalah dengan memberikan perhatian kepada para pendidiknya," ujar Gus Ipul. 

Ia menjelaskan, pendidik merupakan elemen terpenting dalam lembaga pendidikan. Maju atau tidaknya pendidikan salah satu faktor utamanya ditentukan oleh bimbingan para guru.

"Zaman dulu belum ada infrastruktur yang memadai seperti lampu, namun sudah sukses melahirkan banyak santri berkualitas. Karena jasa siapa? Tentu para gurunya, para kyainya," ujar keponakan KH Abdurrrahman Wahid (Gusdur) ini. 

Untuk itulah, pihaknya merencanakan untuk melanjutkan salah satu program yang telah digagas bersama Pakde Karwo, yakni beasiswa bagi para guru. 

Selama ini, pemrov Jatim telah menyekolahkan seribu guru madin tiap tahunnya. Sehingga, selama kurun waktu sepeluh tahun terakhir, sudah ada sekitar sepuluh ribu guru madin yang mendapatkan beasiswa, baik untuk jenjang S1, hingga S2. 

Meskipun demikian, diakui olehnya bahwa jumlah tersebut masih minim dibandingkan dengan jumlah guru madin seluruhnya. 

Sebab, berdasarkan data yang dimilikinya, Jatim memiliki 260 ribu guru dari 26 ribu lembaga pendidikan. Total dari jumlah sekolah tersebut, ada sekitar 1,7 juta santri madin. 

"Inilah salah satu alasan kami untuk terus melanjutkan program ini. Kami akan melakukan intervensi kebijakan di antaranya dengan menambah jumlah penerima beasiswa," ujarnya. 

Tak hanya pengajar, Gus Ipul juga merencanakan akan melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang diperuntukkan untuk siswa Madin. 

Untuk diketahui, saat ini pemerintah provinsi memang telah memberikan bantuan bosda kepada santri yang belum mendapatkan BOS dari pemerintah pusat. 

Selain memberikan perhatian kepada pengajar dan juga santri, Gus Ipul juga akan membantu menyediakan sarana prasarana terhadap madin.

Bahkan, pihaknya juga mendukung beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur yang telah membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk Madin. 

"Di dalam perda tersebut bahkan siswa diwajibkan untuk mengikuti program madin. Ini sebuah kemajuan yang patut mendapat apresiasi," pujinya. 

"Kedepan, kami berkomitmen untuk terus melanjutkan apa yang saat ini sudah berjalan optimal serta memperkuat dan memperluas peranan madin di Jatim," pungkasnya. (frd/wah)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Nov 2020 21:15 WIB

Hasil Swab Tes Gus Ipul Negatif Covid-19

Jawa Timur

Keluarga Gus Ipul terpapar Covid setelah pulang dari Jakarta.

18 Nov 2020 08:11 WIB

Memo Meja

Dahlan Iskan

Trump mulai mengakui kemenangan Bidden.

17 Nov 2020 13:00 WIB

Puti Guntur Turun Gunung Menangkan Er-Ji

Pilkada

Jika Er-Ji menang, berarti memenangkan marwah partai kata Puti

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...