Bentrok antara aparat kepolisian dengan aksi pendemo kembali terjadi. Polisi bubarkan aksi massa dengan tembakan gas air mata. (Foto: Ant)

Bentrok Kembali Terjadi, Polisi Tembakan Gas Air Mata

Nasional 22 May 2019 01:42 WIB

Bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa pendemo yang bertahan di kawasan sekitar gedung Bawaslu, Jakarta, kembali terjadi, Rabu, 22 Mei 2019 dini hari.

Kericuhan terjadi lagi ketika aparat kepolisian menggiring massa untuk membubarkan diri sekitar pukul 00.41 WIB. Tampak massa peserta aksi melemparkan petasan dan batu ke arah polisi.

Setelah diawali peringatan yang tak diindahkan massa, polisi mulai mendorong massa ke arah Tanah Abang dan menembakkan gas air mata.

Sebagai balasan, aparat kepolisian merangsek maju untuk memukul mundur massa serta menembakkan gas air mata. Sementara massa masih terus melempari polisi memakai batu dan petasan, terutama di Jalan Wahid Hasyim.

Polisi mengamankan 2 orang dari pengunjuk rasa. Salah satunya adalah yang sempat melempar batu.

Massa dari arah Tanah Abang diketahui tidak juga membubarkan diri meskipun salah satu rekannya sudah dibebaskan dan dirawat di rumah sakit oleh pihak kepolisian.

Sampai berita ini diturunkan petugas kepolisian masih terus melakukan penyisiran untuk membubarkan massa. Penyisiran dilakukan personel ke Jl Kebon Kacang VIII sekitar pukul 01.08 WIB, Rabu, 22 Mei 2019. Warga yang berada di luar juga diminta masuk ke rumah.

Sebelumnya, massa sekitar pukul 22.00 WIB, juga telribat bentrok di depan gedung Badan Pengawas Pemilu. Massa yang tak dikenal kembali datang berteriak dan bahkan menantang Polisi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisiaris Besar Harry Kurniawan mengatakan, turut menangkap sejumlah perusuh. Namun, ia tak merinci jumlah perusuh yang ditangkap dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Saya belum tahu. Ini masih diamankan, nanti diamankan ke polda," ujarnya.

Mulanya, massa aksi telah membubarkan diri dengan damai dan tertib. Namun, tambah Harry, ada kelompok massa yang tak dikenal kembali ke lokasi serta melakukan provokasi.

"Dari tadi kami kan sudah damai, aman, tiba-tiba ada massa, saya belum tau dari mana ini ya. Dari tadi mancing terus, merusak kawat. Mancing-mancing terus, ya sudah kami lakukan upaya. Sebab, semakin malam, banyak warga yang menggunakan jalan kawasan ini,” katanya. (wit)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Jun 2020 20:09 WIB

Pandemi Bukan Alasan, Mendagri Ngotot Pilkada 2020 Jalan Terus

Pilkada

Pilkada Serentak tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020

22 Jun 2020 15:45 WIB

Baru 7 Bulan Bebas Bersyarat, John Kei Pakai Baju Tahanan Lagi

Kriminalitas

Pertikaian John Kei dipicu dugaan rebutan jual tanah dengan saudara sendiri

22 Jun 2020 06:44 WIB

5 Fakta John Kei Ditangkap Lagi Setelah 7 Bulan Bebas

Kriminalitas

Total yang ditangkap di markas John Kei jadi 25 orang diduga kasus pengania

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...