Permalukan Nasabah, Cara Pinjaman Online Tagih Hutang

22 Feb 2019 00:28 Feature

Sebut saja namanya Mawar. Suatu hari dia kaget bukan kepalang. Bukan hanya kaget, namun juga harus menanggung malu yang luar biasa. Ceritanya, suatu pagi dia mendapati nomor teleponya tergabung dalam sebuah grup WhatsApp.

Grup ini ternyata grup penggalangan dana untuk pembayaran hutang yang dimilikinya. Anggotanya adalah semua nomor yang tersimpan dalam phonebooknya. Sedangkan adminnya adalah operator pinjaman online.

Tak hanya tergabung dalam sebuah grup WhatsApp, Mawar juga mendapat laporan dari teman-temannya yang terdapat dalam phonebooknya, jika mereka menerima pemberitahuan Mawar sedang mempunyai hutang kepada pinjaman online.

"Tanpa adanya konfirmasi kalau saya sudah telat membayar satu atau dua hari, mereka (pinjol) langsung menghubungi semua nomor di kontak saya dan menelpon nomor yang sering saya hubungi," ujar Irwan saat dihubungi lewat telepon beberapa waktu lalu.

Pesan pendek dan WhatsApp dari debt collector pinjaman online Foto Istimewa
Pesan pendek dan WhatsApp dari debt collector pinjaman online. (Foto: Istimewa)

Mawar tak menyangka jika dia harus menanggung malu yang luar biasa karena terjerat hutang pinjaman online. Dia berkenalan dengan pinjaman online gara-gara teman satu kerjanya. Dia melihat teman-temannya begitu mudah mendapatkan uang dari pinjaman online. Mawar pun tergiur.

Apalagi satu sisi, dia saat itu memang sedang membutuhkan uang untuk melunasi pinjaman kovensional yang ditanggungnya. Mawar pun kemudian mengunduh aplikasi pinjaman online. Satu aplikasi berhasil dia unduh kemudian dia mengajukan pinjaman.

Tak beberapa lama kemudian, uang pinjaman online pun cair di rekening banknya. Merasa demikian mudahnya mengajukan pinjaman online, Mawar kemudian mengunduh aplikasi pinjaman online lainnya. Aplikasi pinjaman online kedua pun, Mawar berhasil mendapatkan pinjaman. Begitu seterusnya.

Masalah baru muncul ketika tenggat waktu pinjaman mulai mendekati. Mawar kebingungan bagaimana harus melunasi hutangnya. Nilai pinjaman online yang diajukan Mawar sebenarnya tak besar. Rata-rata hanya sekitar sejutaan. Namun kalau apa mau dikata, jika memang uang untuk melunasi pinjaman online belum ada.

Komunikasi dengan pihak penagih hutang yang mengintimidasi Foto Istimewa
Komunikasi dengan pihak penagih hutang yang mengintimidasi. (Foto: Istimewa)

Mawar pun kembali terjerat dengan pinjaman online lainnya. Dia mengunduh aplikasi pinjaman online lain. Tujuannya, uang dari pinjaman online ini akan ia gunakan untuk melunasi pinjaman online lainnya. Dengan kata lain, Mawar sedang gali lubang, tutup lubang.

Sampai tak terasa, sudah ada sekitar 25 aplikasi pinjaman online yang menjerat dirinya. Suaminya pun, tak bisa berbuat banyak. Akhirnya Mawar melaporkan kejadian yang menimpanya di posko yang didirikan oleh LBH Surabaya. Saat mengadukan nasibnya, Mawar sudah berhasil melunasi hutang di 10 aplikasi pinjaman online. Sisanya dia masih harus berjuang keras untuk melunasi. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini