Gempa Lombok membuat wisman memilih migrasi. foto:istimewa/lip6
Gempa Lombok membuat wisman memilih migrasi. foto:istimewa/lip6
Gempa Lombok

Antisipasi Lonjakan Airports dan Airlines Dipelototi!

Ngopibareng.id Nasional 06 August 2018 10:15 WIB

Krisis di Lombok dan Bali Dipantau Seksama oleh Menpar Arief Yahya. Pagi ini, 6 Agustus 2018, pantauan sangat serius dilakukan di Airports dan Airlines. Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan perubahan skedul wisman untuk terbang keluar pulau.

“Saya pantau, permintaan orang keluar Lombok dan Bali via airlines dan airports, baik di Lombok maupun Bali. Pak Judi Rifa dan Pak Robert Waloni langsung mencari tambahan pesawat atau extraflights, dan sekaligus slots untuk pergerakan pesawat baru dari dan menuju Lombok Bali,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief secara khusus meminta dan menghimbau kepada seluruh pimpinan Foreign Airlines untuk mengedepankan pelayanan penumpang.

Permudah dan percepat buat wisman yang hendak mengubah rencana perjalanan atau rerouting maupun ticket reissuance.

“Mohon dibantu sepenuhnya dan tidak mengenakan penalty,” ungkap Arief Yahya.

Mengapa? “Para travellers ini harus mengubah skedul bukan karena rencananya. Tetapi situasi bencana, sehingga harus terbang lebih awal dari rencana. Situasinya mirip dengan hotel di hari pertama,” ungkapnya.

Beberapa airlines nasional juga sudah menyiapkan extra flights, posisinya stand by. Ketika dibutuhkan, Garuda Indonesia sudah mencadangkan 4-6 extraflights. “Kami terus memantau permintaan dan peningkatan traffic menuju Jakarta maupun mancanegara,” tambah Judi Rifajantoro Stafsus Menpar Bidang Akses dan Infrastruktur.

“Bandara LOP Lombok Praya atau Lombok International Airport juga terus melakukan pelayanan prima. Bahkan kali ini LOP buka 24 jam penuh untuk mengantisipasi jika harus menambah ekstra pesawat ke mancanegara,” tambah Robert Waloni, Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Akses dan Infrastruktur.

Menpar Arief Yahya memang tidak Mau menutup-nutupi situasi terkini di Lombok dan Bali, akibat gempa bumi itu. Yang dia siapkan adalah 3A, Akses, Amenitas dan Atraksinya. Akses itu meliputi Airlines, Airports dan Authority atau Airnav. Itulah yang menjadi concern wisatawan selama terjadi bencana. “Dan itulah yang terus kita pantau dan mencarikan solusi terbaik,” ujar Menpar Arief Yahya.

Beberapa mitra Co Branding Wonderful Indonesia juga peduli dan menaruh simpati dengan manajemen krisis kepariwisataan. BRI misalnya, menawarkan percepatan recovery terhadap masyarakat yang terdampak. Ketua Manajemem Krisis Kepariwisataan Guntur Sakti pun langsung menindaklanjuti.

“Itu bagus, karena Bali dan Lombok adalah pulau pariwisata,” ujar Menpar Arief.(*)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Nov 2019 13:28 WIB

Dari IKEA untuk Anak-anak Korban Gempa Lombok

Nusantara

IKEA Indonesia bangun pusat bermain untuk anak-anak korban gempa Lombok, NTT.

15 Sep 2019 04:28 WIB

Gempa Bumi Guncang NTB dan NTT

Warta Bumi

Pusat gempa di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berada di darat.

30 May 2019 19:42 WIB

KA di Wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya Mengalami Lonjakan Penumpang

Mudik

Mulai hari ini KA di Wilayah PT. KAI Daop 8 Surabaya sudah mengalami lonjakan penumpang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...