Ani Yudhoyono dalam Kenangan Risma

01 Jun 2019 20:04 Nasional

Kepergian ibu negara sekaligus istri dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, meninggalkan duka tersendiri bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Bagi Risma, Ani adalah sosok yang baik. Risma mengaku sempat bertemu dengan Ani dalam beberapa kali kesempatan di Kota Surabaya.

"Ibu Ani ini sangat suka sekali berada di Surabaya karena beliau hobi fotografi dan sangat suka memotret taman-taman di Surabaya," kata Risma, Sabtu, 1 Juni 2019.

Risma mengungkapkan, tak jarang Ani juga memuji keindahan taman-taman yang ada di Surabaya. Karena itu, kata dia, mendiang mengaku selalu betah saat berkunjung ke Surabaya.
 
"Kalau kunjungan kenegaraan ke Surabaya, beliau mesti menyampaikan ke saya 'Bu tamanmu tambah lebih baik' ke saya. Jadi selalu beliau menyampaikan begitu ke saya setiap ketemu dengan saya," ujar Risma.

Tak hanya itu, Risma menyebut Ani adalah sosok motivator baginya. Risma bercerita pada tahun 2011 silam, ketika itu Risma tengah diguncang isu pemakzulan dari jabatannya sebagai wali kota.

Ani, kata Risma justru memberi dukungan dan semangat padanya. Ia mengaku ditelepon langsung oleh Ani, untuk memberikan dorongan agar sabar dan tidak menyerah.
 
"Beliau telepon saya dengan manggil mbak, 'mbak harus kuat'. Beliau memberikan kekuatan kepada saya secara pribadi dan saya yakin ibu wafat dalam keadaan khusnul khotimah," katanya.

Dengan kepergian Ani kini pun, Risma mengaku ia merasakan duka yang sedalam-dalamnya. Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga merasa kehilangan.

Risma menyebut Ani wafat dalam keadaan husnul khatimah, karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Ia berharap SBY dan segenap keluarga yang ditinggalkan dapat ikhlas dan tabah menerima kepergian Ibu Ani.
 
"Jadi terus terang saya ikut belasungkawa sedalam-dalamnya juga sedih karena beliau orang yang sangat ramah dan baik hati. Semoga bapak SBY beserta keluarga diberi kekuatan lahir dan batin,” ujar Risma. (frd)

"Beliau telepon saya dengan manggil mbak, 'mbak harus kuat'. Beliau memberikan kekuatan kepada saya secara pribadi dan saya yakin ibu wafat dalam keadaan khusnul khotimah," kata Risma, mengenang.
Penulis : Farid Rahman
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini