Aman Abdurrahman (Foto: Istimewa)

Aman Abdurrahman Sosok Bengal Al-Qaeda yang Pernah punya Pengawal

20 May 2018 12:43

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Aman Abdurrahman dikenal sebagai tokoh pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berafiliasi dengan ISIS. Kelompok ini juga dituduh menjadi dalang berbagai aksi terorisme di Indonesia.

Aman Abdurrahman alias Oman Abdurrahman sebenarnya pernah mengenyam pendidikan di salah satu pesantren tradisional di Sumedang. Secara keilmuan Aman Abdurrahman memang dikenal pandai. Dia bahkan pernah mendapatkan beasiswa sekolah di Libya.

Sofyan Tsauri, pengamat teroris sekaligus aktivis Yayasan Lingkar Perdamaian menyatakan bahwa dia mengenal secara personal Aman Abdurrahman. Kata dia, sekitar tahun 2009 Aman Abdurrahman bersama dengan Juli Karsono pernah berkunjung ke rumahnya.

Sosok Juli Karsono ini adalah pengawal pribadi Aman Abdurrahman. Dia adalah mantan anggota TNI yang membelot jadi teroris. Dia juga yang bertanggungjawab atas penembakan polisi di Kebumen dan Purworejo. Juli Karsono akhirnya tewas ditembak Densus 88 pada tahun 2010.

Kata Sofyan, Aman Abdurrahman termasuk sosok yang membelot dari fatwa Usama bin Ladin. Pasca tewasnya Usamah bin Ladin, sebenarnya gerakan Al Qaeda mulai melunak. Bukan hanya mereka kehilangan sosok pemimpinnya, namun sebelum penyerbuan tentara Amerika, Usamah bin Ladin sebenarnya sudah mengeluarkan maklumat evaluasi atas perjuangan jihad yang kemudian dikenal sebagai Letters from Abbottabad.

Letters from Abbottabad merupakan kumpulan dari 17 surat dan draft surat, dengan total 175 halaman dalam bahasa Arab. Surat-surat tersebut ditulis oleh Syaikh Usamah bin Ladin atau tokoh penting Al-Qaeda Pusat lainnya, dan ditujukan kepada sejumlah tokoh penting Al-Qaeda di dunia.

Letter from Abbottabad itu intinya adalah muhasabah atau introspeksi dan evaluasi atas aksi yang sudah dilakukan oleh Al Qaeda dan Usamah bin Ladin sebagai pucuk pimpinannya. Muhasabah itulah yang kemudian mengantarkan pada kesimpulan penting yaitu mengakui kekeliruan yang terjadi dalam operasi-operasi Al Qaeda yang mereka anggap sebagai jihad.

Sofyan Tsauri menyatakan Letter from Abbottabad itu mengkritik para teroris yang dianggap tak memikirkan darah-darah kaum muslimin yang menjadi korban. Para teroris pelaku terors ini dianggap terlalu berlonggar-longar dalam urusan darah.

"Akhirnya, Al-Qaeda cuma dikenal sebagai pembunuh darah dingin yang mengabaikan darah-darah kaum muslimin. Itulah kenapa jihad kita tak pernah mendapatkan kemenangan di mata umat Islam," kata Sofyan.

Nah, meski puncuk pimpinan Al-Qaeda menyatakan hal tersebut, namun ada yang tidak bersepakat dengan pemikiran Usamah bin Ladin itu. salah satunya adalah Abu Bakar Abu Bakr al-Baghdadi yang kemudian mendirikan ISIS.

Aman Abdurrahman adalah kemudian mendirikan Jamaah Ansharut Daulah sebagai kepanjangan ISIS yang beroperasi di Indonesia.