Pasien covid-19 asal Pasuruan yang sembuh diizinkan pulang. (Foto: Dok Humas)

Alhamdulillah, 10 Warga Pasuruan Positif Covid-19 Sembuh

Ngopibareng Pasuruan 05 June 2020 14:50 WIB

Jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang sembuh dari Covid-19 terus bertambah. Kali ini ada sekitar 10 warga positif Covid-19 asal Pasuruan sembuh dan dibolehkan pulang.

Bupati Pasuruan sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengatakan, ada 10 pasien positif Covid-19 sembuh dan dinyatakan bebas dari Virus Corona. Dari jumlah tersebut, 6 orang merupakan pasien yang dirawat di Rumah Isolasi SKB (sehat, kuat, Bahagia) Pandaan, dan 4 orang lainnya di RSUD Bangil.

"Setelah kemarin ada 16 orang yang sembuh dari Covid-19, hari ini saya sampaikan bahwa 10 lagi warga Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan bebas Covid-19 dan diperbolehkan pulang,” kata Irsyad, dalam keterangan persnya, kemarin.

Untuk enam pasien sembuh yang berasal dari Rumah Isolasi, terdiri dari 2 warga Puspo, 2 warga Pandaan, 1 warga Gempol dan 1 warga Kecamatan Prigen.

Dua warga puspo adalah pasien positif Covid-19 dengan nomor kasus 46 dan 47. Dua-duanya seorang perempuan berusia 45 tahun dan 50 tahun, dan merupakan kontak erat dari pasien terkonfirmasi Covid-19 dari Puspo (cluster petugas haji).

Sedangkan dua warga Pandaan merupakan pasien positif Covid-19 bernomor kasus 21 dan 51. Dua-duanya perempuan, di mana satu orang berusia 32 tahun yang sebelumnya adalah PDP (Pasien dalam pengawasan) Covid-19 di RSUD Bangil dengan diagnose pneumonia dan pernah bepergian ke daerah pandemi.

Sementara untuk satu perempuan lainnya berusia 42 tahun juga berasal dari pasien PDP RSUD Bangil dengan keluhan nyeri, mual dan badan lemas dan diagnose dyspepsia (lupa/pikun/hilang ingatan).

Lain halnya dengan 1 warga Gempol yang sembuh adalah pasien laki-laki, 39 tahun, dengan nomor kasus 28 dan dan merupakan kontak erat dari cluster kuwung. Untuk 1 warga Prigen adalah perempuan (43) dengan kasus nomor 41 merupakan kontak erat dari pabrik rokok di Purwosari.

Sementara, 4 pasien sembuh yang berasal dari Ruang Isolasi RSUD Bangil terdiri dari 1 orang perempuan, 63 tahun asal Kecamatan Kraton dengan nomor kasus 64. Ia adalah PDP Covid-19 dengan diagnosa TBC dan pneumonia.

Kemudian 1 orang laki-laki, 50 tahun dari Nguling dengan nomor kasus 50 yang sebelumnya juga PDP RSUD Bangil dengan diagnose Tb Paru dan skizofrenia (penurunan kesadaran).

Selanjutnya, 1 orang perempuan, 25 tahun dari Bangil dengan nomor kasus 53 tanpa gejala alias OTG (orang tanpa gejala), serta 1 tenaga kesehatan (nakes) berusia 28 tahun dari Bangil yang sempat batuk dan dirapid positif.

Irsyad berharap agar terus bisa menjaga kedisplinan dalam urusan kesehatan dan kebersihan. Hal ini penting dilakukan, lantaran kunci utama untuk melawan Covid-19 adalah komitmen tinggi untuk disiplin dalam menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), serta senantiasa displin dalam melaksanakan anjuran pemerintah.

"Disiplin untuk memakai masker kalau keluar rumah. Rajin cuci tangan dengan sabun. Terus jaga jarak aman. Menghindari kerumunan, dan kalau badan terasa kurang fit, harus tetap di rumah dan menjaga imun tubuh agar terhindar dari Covid-19," katanya.

Ia juga mengajak seluruh warga yang sembuh dari Covid-19, untuk menjadi motor (penggerak) dalam mensosialisasikan pentingnya melaksanakan anjuran pemerintah dalam memotong penyebaran Virus Corona, di lingkungannya masing-masing.

"Saat ini, bukan hanya dokter dan tenaga kesehatan saja yang menjadi pahlawan. Tapi juga warga yang sembuh dari Covid-19 juga harus menjadi pahlawan untuk mengedukasi warga lainnya tentang Virus Corona. Perang ini belum selesai, dan akan selesai kalau sama-sama kita lawan dengan kebersamaan, kedisiplinan dan kesabaran," katanya.

Lebih lanjut, Irsyad menegaskan, keberhasilan masyarakat dalam memerangi Covid-19 dimulai dari keberhasilan keluarga sebagai sekolah dan madrasah pencegahan Covid-19 yang paling utama. Terlebih saat ini, seluruh desa/kelurahan se-Kabupaten Pasuruan harus bisa menciptakan Kampung Tangguh Kebal (Keluarga berdaya lawan) Covid-19.

"Kalau seluruh keluarga tangguh dan kebal, maka sudah pasti desa atau kelurahannya juga tangguh dan kebal. Maka dari itu, kami menamakan Kampung Tangguh Kebal Covid-19. Memulai disiplin dari keluarga, mensosialisikan pentingnya pencegahan Covid-19 dari keluarga, kemudian ke saudara, tetangga dan lingkungan sekitar," katanya.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...