Akhir Tahun 2019, Ruas Jalan Tol di Jatim Bertambah Lagi

21 Jun 2019 10:58 Infrastruktur

Satu lagi ruas jalan tol di Jawa Timur sedang dalam penyelesaian. Pemerintah menargetkan akhir 2019 akan selesai. Ruas jalan tol itu aalah Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) di Provinsi Jawa Timur. 

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengungkapkan, seksi 1 dan 3 atau dari Krian, Sidoarjo sampai Bunder, Gresik, ditargetkan beroperasi akhir 2019. ''Setelah itu, menyusul seksi 4 Bunder-Manyar sepanjang 9,39 kilometer,'' katanya dalam keterangan tertulis.

Ruas jalan tol baru ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah disetujui BPJT. Pembangunan jalan tol non Trans Jawa itu dilakukan PT Waskita Bumi Wira, salah satu anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk bekerjasama dengan swasta dan BUMD milik Jatim.

Danang menambahkan, untuk Seksi 4 direncanakan akan beroperasi tahun 2020. Sedangkan dari keempat seksi jalan tol itu, seksi 2 ruas Kademean Mengganti-Boboh sepanjang 13,53 kilometer serta seksi 3 ruas Boboh-Bunder sejauh 6,02 kilometer menjadi ruas dengan progres konstruksi yang paling tinggi.

Ia menuturkan, progres konstruksi masing-masing ruas mencapai 81,64 persen dan 84,89 persen. Kedua ruas jalan tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2019. 

Sedangkan untuk seksi 1 ruas Krian-Kademean Menggantu sepanjang 9,45 kilometer progresnya mencapai 67,06 persen. Jalan tol ini rencananya beroperasi pada Desember 2019. 

Konstruksi Jalan Tol LegundiBundert Dok PUPR
Konstruksi Jalan Tol Legundi-Bundert. (Dok PUPR)

Kehadiran jalan tol tersebut, kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah sekitarnya. Selain itu, diharapkan kehadiran jalan tol dapat memperlancar distribusi sehingga bisa megurangi biaya logistik secara ekonomis. 

Jalan Tol KLBM merupakan jalan tol yang menghubungkan antar kawasan industri utama di wilayah penyangga utama Kota Surabaya, yaitu Sidoarjo dan Gresik. Konstruksi dilakukan sejak semester I 2017 setelah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada Desember 2016 dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) seksi 1-3 ditargetkan beroperasi pada akhir 2019. Total biaya investasi pembangunannya sebesar Rp. 12,22 triliun, dengan alokasi untuk biaya konstruksi Rp 8,4 triliun. 

Hingga Desember 2019, BPJT menargetkan realisasi pengoperasian jalan tol di seluruh Indonesia mencapai panjang 1.852 kilometer. Pada periode tahun 2015 hingga Mei 2019 realisasi jalan tol yang sudah beroperasi saat ini sepanjang 985 kilometer. (*)

Penulis : Arif Afandi


Bagikan artikel ini