Pencalegan Terhalang, Ahmad Dhani pun Meradang

04 May 2019 19:13 Politik

Ahmad Dhani Prasetyo mengeluhkan soal pencalegannya di daerah pilih (Dapil) I Jawa Timur, Surabaya - Sidoarjo melalui Partai Gerindra dalam Pemilu 2019 ini. Dhani mengaku mendapat banyak hambatan.

Hambatan tersebut, kata Dhani dialaminya karena adanya 'rezim licik'. Hal itu dikatkan melalui sepucuk surat yang ditulisnya dari balik jeruji Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Sabtu, 4 Mei 2019. 

"Rezim ini rezim licik, semenjak saya nyaleg di Surabaya Sidoarjo di hari itu juga saya dipersekusi di Hotel Majapahit tanggal 26 Agustus 2018. Polisi bekerja sama dengan persekutorik berhasil mengusir saya dari Surabaya sore itu, " tulis Dhani.

Sejak saat itu, selama tahun 2018, Dhani mengaku makin dipersulit jika ia hendak menggelar acara di Surabaya. Ia pun menuding kepolisian sengaja melakukan hal itu.

"Semenjak itu selama tahun 2018 saya tidak pernah bisa mendapatkan izin dari polisi untuk acara apapun di Surabaya. Bahkan, hanya sebagai narasumber untuk sebuah diskusi kecil," kata terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' itu.

Dhani melanjutkam, hambatan tersebut selalu dialami dirinya hingga akhirnya ia harus menghadapi putusan penahanan, yang menurutnya dilakukan tanpa kejelasan sebab.

Penahanan itulah yang, menurut Dhani, sangat merugikan dirinya. Sebab, ia tak bisa mengawal perolehan suaranya di daerah pilih, Surabaya dan Sidoarjo.

"Hingga akhirnya saya dipenjara tanpa sebab. Hingga akhirnya saya tidak punya kesempatan untuk kampanye bahkan sekalipun. Sampai pada akhirnya saya pun tidak bisa mengawal suara saya di Dapil Surabaya-Sidoarjo," kata Dhani.

Tak hanya itu, 'rezim licik' tersebut menurut Dhani tak henti menghambat pencalegan dirinya. Hal itu kata dia juga dialami oleh ketua tim pemenanganmya

"Kelicikan mereka belum tuntas, nomor HP saya yang dipegang admin saya saudari Rafika, relawan, yang berisi 500 wa grup politik pun diam-diam diblokir WhatsApp. Penakut sekali orang orang licik ini," kata Dhani

Sementara itu berdasarkan perhitungan realcount yang dilakukan lembaga SCG Research and Consulting, Ahmad Dhani diprediksi gagal lolos ke kursi DPR RI.

Berdasarkan data SCG, nama besar dan popularitas Musikus Dewa 19 tersebut ternyata masih tertinggal oleh dua caleg Partai Gerindra DPR RI Dapil I Jatim, Surabaya - Sidoarjo, lainnya.

Perolehan itu berdasarkan data real count TPS yang direkapituliasi oleh Tim SCG dari Kelurahan/Desa dan Kecamatan di Surabaya dan Sidoarjo yang telah mencapai 87% input TPS, Kamis 2 Mei 2019.

”Hingga rekapitulasi SCG pada Kamis sore, perolehan Ahmad Dhani berada di kisaran 35 ribu suara, jauh di bawah Rahmat Muhajirin dan Bambang Haryo," ujar Direktur SCG, Didik Prasetiyono, Jumat, 3 Mei 2019, kemarin.

Kondisi tersebut akan makin sulit bagi Dhani, sebab berdasarkan perhitungan pihaknya, Partai Gerindra hanya akan mendapat 1 kursi DPR RI di dapil Jatim I. (frd)

Surat yang ditulis Ahmad Dhani di Rutan Klas I Surabaya Sabtu 4 Mei 2019 Foto Istimewa
Surat yang ditulis Ahmad Dhani, di Rutan Klas I Surabaya, Sabtu 4 Mei 2019. (Foto: Istimewa)
Penulis : Farid Rahman
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini