Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. (Foto: Dok. Pemprov DKI)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. (Foto: Dok. Pemprov DKI)

Agensi Minta Maaf, Pemprov DKI Masih Tunggu Ike Muti Minta Maaf

Ngopibareng.id Nasional 01 August 2020 20:20 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melayangkan somasi ke aktris Ike Muti. Wanita 47 tahun itu menulis cerita terkait seseorang yang mewakili Pemprov DKI Jakarta untuk menghapus foto dirinya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Permintaan penghapusan itu, menurut Ike Muti, agar dirinya bisa menggarap sebuah proyek webseries yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

Meski diberi batas waktu 2x24 jam untuk meminta maaf sejak Jumat 31 Juli 2020, Ike Muti masih diam. Dia bahkan sudah mem-private akun Instagram pribadinya @ikemuti16. Tiba-tiba, pihak agensi bernama Marantika muncul memberi klarifikasi seraya meminta maaf ke Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur Anies Baswedan.

"Pada kesempatan ini, saya meminta maaf terhadap Bapak Anies Baswedan @aniesbawedan (Pemprov DKI) atas kesalahan komunikasi antara saya dengan Mbak Ike yang membuat Mbak Ike berprasangka bahwa seloroh saya akibat kebijakan Pemprov DKI. Mba Ike tidak salah ketika memposting masalah ini di media sosialnya karena beliau mendapat info yang salah dari saya. Ini murni kesalahan persepsi saya terhadap rencana komunitas kreatif," ungkap Marantika lewat IG Story di akun Instagram marantika_agency.

Klarifikasi dan permintaan maaf dari Marantika Agensi Foto Instagram marantikaagencyKlarifikasi dan permintaan maaf dari Marantika Agensi. (Foto: Instagram @marantika_agency)

Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria menerima permintaan maaf tersebut. "Prinsipnya, tentu kita sebagai sesama warga harus saling memaafkan. Kami memaafkan siapapun yang berbuat salah. Sebagai hamba Allah sebagai manusia yang kita harus saling memaafkan," kata Riza, Sabtu 1 Agustus 2020.

Tapi, lanjut Riza, Pemprov DKI Jakarta masih menunggu itikad baik berupa klarifikasi dan permohonan maaf dari Ike Muti.

"Ya harusnya yang bersangkutan yang menyampaikan klarifikasi dan memohon maaf, supaya jelas dan menjadi pembelajaran bagi kita semuanya. Jangan sampai masalah ini terulang kembali lagi untuk ke depannya," tegasnya.

Mengutip klarifikasi dari pihak Marantika Agency meneguhkan fakta bahwa yang disampaikan Ike Muti tidak benar. Pemprov DKI tidak pernah menyuruh orang untuk menghapus foto dengan Presiden Jokowi supaya diterima ikut dalam proyek.

"Terkait klarifikasi dari agen, ya itu kan pihak agen. Berarti dari situ jelas, itu (isu itu) bukan dari pihak kami Pemprov," kata Riza.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Dec 2020 22:35 WIB

Jelang PON Papua, KONI Jatim Minta Dukungan Anggaran Gubernur

Lain-lain

Puslatda Jatim masuki babak final.

02 Dec 2020 22:28 WIB

Bangun Surabaya dari Kampung, MA Ajak Warga Pilih MAJU

Pilkada

Akan beri insentif Rp150 juta per RT

02 Dec 2020 22:00 WIB

Australia dan China Memanas, Wechat Blokir Pesan PM Morrison

Internasional

Pesan berisi kritikan PM Morrison atas unggahan pejabat China di Twitter.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...