PESAN: KH M. Luqman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor. (foto: dok ngopibareng.id)

Agama untuk Politik Praktis, Ini Warning dari Pakar Sufi

Khazanah 03 September 2018 14:55 WIB

Dalam segala sendi kehidupan, nilai-nilai agama penting menjiwai agar perilaku baik dan positif tetap terjaga, termasuk dalam kehidupan politik. Namun, akan menjadi petaka jika menggunakan agama untuk kepentingan meraih kekuasaan politik.

Dalam hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, KH M. Luqman Hakim menegaskan, semua wajib menjaga agama. Tetapi ketika gerakan keagamaan berujung politik bahkan dengan alasan menjaga agama, justru gerakan itu menjadi duniawi sekali.

“Nafas keagamaan lama-lama berbau busuk di tong sampah sejarah, beraduk antara kesucian dan kotoran nafsu,” ungkap pakar sufi ini.

Kiai Luqman, menanggapi gerakan-gerakan yang menggunakan agama sebagai alat mencapai kekuasaan politik praktis.

“Apalagi jika memanfaatkan gerakan agama untuk dijadikan tawar-menawar kekuasaan, pihak yang terlibat harus bertanggung jawab atas jual beli agama dengan dunia,” kata

Sebaliknya, menurut Kiai Luqman, gerakan politik yang tidak memiliki visi menjaga agama dan penataan dunia, perjuangan hanya akan bertegak papan nama.

 

“Apalagi jika memanfaatkan gerakan agama untuk dijadikan tawar-menawar kekuasaan, pihak yang terlibat harus bertanggung jawab atas jual beli agama dengan dunia,” tegas doktor lulusan Universitas Malaya Kuala Lumpur, Malaysia ini.

 

Menurutnya, sumber konflik antara agama dan kekuasaan, selalu berinduk dari kelompok dengan kejernihan beragama yang cerdas (termasuk dalam memahami hakikat agama dan politik), melawan kebodohan beragama yang diseret oleh imajinasi politik atas nama agama. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 17:15 WIB

2.277 Kasus Covid-19 Baru, 22 Pasien Meninggal di Jawa Timur

Reportase

Jakarta menyumbang kasus baru terbanyak.

08 Aug 2020 10:42 WIB

Anies Baswedan: Pemprov DKI Jangan Lagi Belanja Toa

Nusantara

Toa tidak termasuk sistem peringatan dini banjir.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...