Ilustrasi tokoh Slenderman. (Foto: Dok. Polres Jakpus)
Ilustrasi tokoh Slenderman. (Foto: Dok. Polres Jakpus)

Usai Bunuh Bocah 5 Tahun, ABG Ini Bikin Status di Facebook

Ngopibareng.id Kriminalitas 08 March 2020 14:49 WIB

Indonesia digegerkan dengan kasus seorang siswi SMP kelas tiga di Jakarta, yang membunuh bocah lima tahun. Korban merupakan tetangganya sendiri. Melansir dari berbagai sumber, berikut faktanya:

1. Kronologi Singkat

Korban APA dibunuh di rumah NF di kawasan Sawah Besar, Jakarta. Sebelumnya, korban disuruh mengambil mainan di bak. Sang pelaku mengangkat dan kemudian menenggelamkannya selama lima menit.

NF juga mencekik leher lalu mengikatnya dengan tali tambang. Korban diangkat dari bak. Karena korban mengeluarkan darah, NF menyumpalnya dengan tisu. Korban lalu diletakkan di dalam lemari.

2. Akan Membuang Jenazah Korban

Tersangka mengaku akan membuang jenazah korban. Namun dikarenakan sudah sore, dia mengurungkan niatnya. Jasad korban terbujur kaku di lemari pakaian tersangka.

3. Menyerahkan Diri ke Polisi

Awalnya tidak ada yang mengetahui kasus ini. Hingga akhirnya, NF yang kala itu akan berangkat sekolah berganti pakaian dan menyerahkan dirinya ke Polsek Taman Sari Jakarta Barat. Namun, dia dipindahkan ke Polsek Sawah Besar, sesuai tempat kejadian perkara (TKP). Warga sekitar, terlebih kedua orangtua korban heboh begitu mengetahui kasus pembunuhan APA saat polisi tiba di TKP.

4. Menulis Status Pembunuhan di Facebook

NF aktif menulis status di akun Facebooknya. Gadis asal Jakarta ini memposting skenario pembunuhannya sebelum menyerahkan diri ke polisi.

"Balita tak bernyawa itu masih di lemari bajuku..banyak warga mencarinya..pak rw selaku polisi dan pak rt yang memeriksa rumah ku seluruhnya tak ada satupun dari mereka yang menemukan nya..tak ada satupun yang tau aku pelakunya," tulisnya.

"Oke besok siap berserah diri," imbuh dia.

Postingan kedua merupakan foto polisi. Foto itu diambil saat ia dipindahkan dari Polsek Tamansari ke Polsek Sawah Besar.

5. Terinspirasi dari Film Chucky dan Slender Man

Menurut keterangan polisi, NF mengakui menyukai film horor dan kekerasan seperti boneka di film Chucky dan Slenderman, karakter fiksi yang menyukai penculikan anak-anak.

Selain itu, polisi juga menemukan 13 sketsa gambar Slenderman dan kata-kata teror dan siksaan. Seperti, tetap tenang dan beri aku siksaan.

Ilustrasi Slenderman Foto langitworldblogspotcomIlustrasi Slenderman (Foto: langitworld.blogspot.com)

6. Melibatkan Psikiater

Kasus pembunuhan ini termasuk sadis untuk ukuran anak baru gede (ABG). Untuk itu, polisi perlu mengetahui aspek kejiwaan pelaku. Ketika NF ditanya soal kasusnya, dia mengaku tidak menyesali perbuatannya dan ia merasa puas.

Polisi membutuhkan psikitaer untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka. Terlebih, sejumlah barang bukti pun siap, seperti catatan dalam buku harian pelaku.

7. Kecewa Terhadap Keluarga

Dari barang bukti yang disita polisi, polisi menemukan indikasi kekecewaan pelaku terhadap keluarganya. Hal tersebut didapatkan dari papan curhat dan gambar pelaku yang mayoritas menunjukkan kesedihan.

Contohnya, tidak membenci, aku hanya tenggelam dalam emosi. Lalu, I will always love you, Who? Unknown. Yang artinya, Aku akan selalu mencintaimu, siapa? Tidak diketahui.

8. Kasus Lain yang Serupa

Pada 31 Mei 2014, Morgan Geyser dan Anissa Weir 12 tahun di Wisconsi Amerika Serikat menikam temannya dengan 19 tusukan. Beruntung korban bisa selamat.

Kasus lainya terjadi di Skotlandia. Pada 2 Juli 2018, Aaron Campbell 16 tahun tega memperkosa dan membunuh Alesha Macphail. Alesha berusia enam tahun.

9. Pelaku Cukup Cerdas

Berdasarkan penjelasan polisi, NF merupakan siswa yang cukup cerdas. Dia memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik.

Hal ini terlihat dari cara dia mengungkapkan perasaannya melalui tulisan di buku catatannya. Selain itu, NF juga jago menggambar.

Penulis : M. Rizqi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 05:17 WIB

Saatnya Politisi Puasa Bicara

As’ad Said Ali

Tak memolitisasi pandemi Covid-19

22 Jan 2021 03:08 WIB

Saat Peradaban Barat Mundur, Tak Otomatis Islam Jadi Alternatif

Khazanah

Prof Azyumardi Azra tentang perdamaian dunia

22 Jan 2021 02:38 WIB

Yudi Latif: Muhammadiyah, Bentuk Terbaik Politik Identitas

Khazanah

Di tengah politik identitas menjadi masalah sekarang

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...